Di Tengah Pandemi, Kinerja Industri Jasa Keuangan Sulsel Masih Positif
Selasa, 27 Oktober 2020 - 09:35 WIB
loading...
Kepala OJK Regional VI Sulampua Nurdin Subandi memaparkan kinerja industri jasa keuangan di Sulsel masih positif meski di tengah pandemi Covid-19. Foto: Ilustrasi.
A
A
A
MAKASSAR - Perkembangan industri jasa keuangan (IJK) Sulawesi Selatan hingga bulan September 2020 masih menunjukkan kinerja yang positif meski di tengah pandemi Covid-19.
Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VI Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) Nurdin Subandi, saat memberikan sambutan pada acara puncak peringatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2020 yang berlangsung di The Rinra, Senin (26/10/2020).
Subandi menjelaskan, tercatat aset perbankan di Sulawesi Selatan posisi bulan September 2020 tumbuh 0,36% year on year (yoy) dengan nilai Rp153,31 triliun.
Capaian tersebut, kata dia, ditopang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang cukup tinggi yaitu 8,77% dengan nilai Rp108,27 triliun. Sedangkan kredit perbankan masih terkoreksi Rp122,35 triliun. Penyaluran kredit perbankan tersebut menyasar UMKM dengan pangsa yang tinggi yaitu 34,27% dari total kredit.
Baca Juga: Berkat Wisata Duta COVID-19, Ekonomi Sulsel Tangguh di Tengah Pandemi
Sementara penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Sulsel terus meningkat. Hingga bulan September 2020, penyaluran KUR telah mencapai Rp6,69 triliun dan disalurkan kepada lebih dari 204ribu debitur.
Sejalan dengan itu, kinerja intermediasi perbankan Sulawesi Selatan di tengah pandemi tetap baik, tercermin dari LDR sebesar 112,16% dan tingkat kredit bermasalah (NPL) 2, 67% berada di level aman yang ditopang oleh kebijakan restrukturisasi.
Baca Juga: Gubernur Optimistis Ekonomi Sulsel Tumbuh Positif di Triwulan ke-III
Selanjutnya, pada industri keuangan non bank, total aset tumbuh 6,31% yoy menjadi Rp1,09 triliun. Pinjaman yang dilakukan perusahaan pembiayaan tumbuh double digit yaitu sebesar 28,43% menjadi Rp4,55 triliun. Adapun piutang yang disalurkan pembiayaan mengalami perlambatan menjadi Rp12,28 triliun akibat pandemi.
Pada pasar modal pencapaian pertumbuhan jumlah investor sebesar 71, 93% menjadi 73.573 investor disertai nilai transaksi tumbuh 17,3% menjadi Rp3,88 triliun.
"Capaian tersebut tidak terlepas dari koordinasi yang intensif dan sinergi yang produktif antara OJK , Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulselbar," papar Subandi.
Baca Juga: Presiden Jokowi Nilai Perkembangan Ekonomi Sulsel Masih Baik
Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VI Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) Nurdin Subandi, saat memberikan sambutan pada acara puncak peringatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2020 yang berlangsung di The Rinra, Senin (26/10/2020).
Subandi menjelaskan, tercatat aset perbankan di Sulawesi Selatan posisi bulan September 2020 tumbuh 0,36% year on year (yoy) dengan nilai Rp153,31 triliun.
Capaian tersebut, kata dia, ditopang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang cukup tinggi yaitu 8,77% dengan nilai Rp108,27 triliun. Sedangkan kredit perbankan masih terkoreksi Rp122,35 triliun. Penyaluran kredit perbankan tersebut menyasar UMKM dengan pangsa yang tinggi yaitu 34,27% dari total kredit.
Baca Juga: Berkat Wisata Duta COVID-19, Ekonomi Sulsel Tangguh di Tengah Pandemi
Sementara penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Sulsel terus meningkat. Hingga bulan September 2020, penyaluran KUR telah mencapai Rp6,69 triliun dan disalurkan kepada lebih dari 204ribu debitur.
Sejalan dengan itu, kinerja intermediasi perbankan Sulawesi Selatan di tengah pandemi tetap baik, tercermin dari LDR sebesar 112,16% dan tingkat kredit bermasalah (NPL) 2, 67% berada di level aman yang ditopang oleh kebijakan restrukturisasi.
Baca Juga: Gubernur Optimistis Ekonomi Sulsel Tumbuh Positif di Triwulan ke-III
Selanjutnya, pada industri keuangan non bank, total aset tumbuh 6,31% yoy menjadi Rp1,09 triliun. Pinjaman yang dilakukan perusahaan pembiayaan tumbuh double digit yaitu sebesar 28,43% menjadi Rp4,55 triliun. Adapun piutang yang disalurkan pembiayaan mengalami perlambatan menjadi Rp12,28 triliun akibat pandemi.
Pada pasar modal pencapaian pertumbuhan jumlah investor sebesar 71, 93% menjadi 73.573 investor disertai nilai transaksi tumbuh 17,3% menjadi Rp3,88 triliun.
"Capaian tersebut tidak terlepas dari koordinasi yang intensif dan sinergi yang produktif antara OJK , Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulselbar," papar Subandi.
Baca Juga: Presiden Jokowi Nilai Perkembangan Ekonomi Sulsel Masih Baik
(agn)
Lihat Juga :