Terungkap! Kesuburan Tanah di RI Hanya Tersisa 60 Tahun Lagi

loading...
Terungkap! Kesuburan Tanah di RI Hanya Tersisa 60 Tahun Lagi
Kesuburan tanah di RI tinggal tersisa 60 tahun lagi. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - World Wildlife Fund (WWF) mengkritisi sistem pangan yang terlalu berorientasi pada industri. Apabila itu diterusakan memiliki dampak destruktif terhadap lingkungan alam. Berdasarkan studi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) jika sistem pangan secara terus menerus berorientasi pada sistem industri maka kesuburan tanah di RI hanya tersisa 60 tahun lagi.

"Dengan menerapkan sistem pangan yang lebih tradisional dan bersifat agro-ekologi, alam menjadi bagian sistem pangan. Hal itu akan mendorong keanekaragaman sumber pangan dan tanaman, serta benih lokal dengan potensi gizi yang baik," ungkap Deputy Director for Social Development WWF Indonesia Cristina Egenther dalam virtual talkshow WWF, di Jakarta, Sabtu (31/10/2020).

Baca Juga: Cegah Resesi, Mendag Jaga Stabilitas Harga Sembako

Menurut dia sistem tersebut perlu diubah dengan menerapkan kampanye Pangan Bijak Nusantara untuk mengkonservasi alam dan keberagaman pangan untuk mendorong transformasi sistem pangan menuju pangan lokal, sehat, adil, dan lestari bagi produsen dan konsumen di Indonesia. Selama ini, sistem pangan industri seringkali mengkonversi alam untuk memenuhi tuntutan industri. Untuk produknya pun, imbuhnya seringkali diterapkan mono-cropping dan juga menggunakan genetically modified organism (GMO). "Dalam prosesnya pun menggunakan input bahan kimia, juga tingkat produksinya lebih tinggi dalam jangka pendek," tandas dia.



Dengan menerapkan sistem pangan tersebut, siklus restorasi kesuburan tanah akan terjadi secara alami. Tingkat produksinya memang lebih rendah, namun lebih memiliki ketahanan terhadap perubahan iklim. "Dengan Pangan Bijak Nusantara, sistem pangan yang adil akan dapat memastikan terpenuhinya hak pangan seluruh masyarakat. Sistem yang adil mendukung rantai pasok dimana produsen dan konsumen terhubungkan langsung dan harga adil untuk keduanya," paparnya.

Baca Juga: Persiapan Resesi, Mendag Penuhi Kebutuhan Bahan Pokok

Cristina menambahkan, pangan yang dikelola dengan cara yang ramah lingkungan dan memperhatikan ketahanan ekosistem, ekonomi, dan sosial adalah hal yang penting dalam mewujudkan terciptanya sistem pangan berkelanjutan. "Keberagaman sumber pangan akan menjamin ketahanan dan kedaulatan pangan di tingkat lokal. Sistem pangan yang sehat bagi alam menjamin kesuburan tanah dan mengurangi unsur kimia akan memproduksi pangan yang sehat bagi tubuh, yang tentu memberikan nutrisi yang baik," pungkasnya.
(nng)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top