Hati-hati! Sering Pakai Bensin Premium Bisa Sakit Kanker
Kamis, 05 November 2020 - 16:23 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya kanker, berbagai penyakit lain yang tak kalah berbahaya juga mengintai. Selain itu, karbon monoksida yang dihasilkan juga bersifat racun dan nitrogen dioksida memicu penyakit paru-paru. Temuan lain, bahaya BBM beroktan rendah seperti Premium akan mencemari lingkungan, yang pada ujungnya akan berdampak pula pada kesehatan manusia. Seperti mengganggu saluran pernafasan. Apalagi di jalanan yang padat kendaraan sehingga berisiko menyebabkan gangguan pernafasan. "Bagi yang punya risiko asma bisa lebih berbahaya, jangka panjang bisa memicu kanker paru-paru," tandasnya.
Baca Juga: Konsumsinya Makin Menyusut, Akankah BBM Premium Dihapus 2024?
Sebab itu, Pertamina terus mendorong penggunaan bahan bakar kualitas tinggi seperti Pertamax Cs dengan menerapkan program langit biru. Melalui program tersebut diharapkan mampu meningkatkan penggunaan BBM dengan kualitas tinggi dengan tujuan mengurangi emisi seperti telah dianjurkan pemerintah. Dengan tingkat pencemaran lingkungan rendah maka risiko kesehatan juga berkurang. "Sehingga tepat jika kebijakan mengedukasi publik untuk tidak lagi menggunakan Premium terus digalakkan," kata dia.
Pengamat Otomotif Jusri Pulubuhu menambahkan, melalui edukasi secara perlahan publik akan sadar pentingnya menggunakan BBM dengan oktan tinggi. Bahkan, pihaknya menyarankan menghapus bensin Premium. "Pemerintah sebenarnya hanya perlu melakukan stop produk BBM oktan rendah. Sudah saatnya masyarakat menggunakan BBM RON tinggi karena memiliki banyak kelebihan, mesin awet, tenaga kendaraan terjaga, dampak buruk terhadap lingkungan juga lebih kecil dibandingkan bahan bakar oktan rendah," ujarnya.
Baca Juga: Konsumsinya Makin Menyusut, Akankah BBM Premium Dihapus 2024?
Sebab itu, Pertamina terus mendorong penggunaan bahan bakar kualitas tinggi seperti Pertamax Cs dengan menerapkan program langit biru. Melalui program tersebut diharapkan mampu meningkatkan penggunaan BBM dengan kualitas tinggi dengan tujuan mengurangi emisi seperti telah dianjurkan pemerintah. Dengan tingkat pencemaran lingkungan rendah maka risiko kesehatan juga berkurang. "Sehingga tepat jika kebijakan mengedukasi publik untuk tidak lagi menggunakan Premium terus digalakkan," kata dia.
Pengamat Otomotif Jusri Pulubuhu menambahkan, melalui edukasi secara perlahan publik akan sadar pentingnya menggunakan BBM dengan oktan tinggi. Bahkan, pihaknya menyarankan menghapus bensin Premium. "Pemerintah sebenarnya hanya perlu melakukan stop produk BBM oktan rendah. Sudah saatnya masyarakat menggunakan BBM RON tinggi karena memiliki banyak kelebihan, mesin awet, tenaga kendaraan terjaga, dampak buruk terhadap lingkungan juga lebih kecil dibandingkan bahan bakar oktan rendah," ujarnya.
(nng)
Lihat Juga :