Neraca Pembayaran Kuartal III Surplus USD2,1 Miliar
Jum'at, 20 November 2020 - 12:46 WIB
loading...
A
A
A
Adapun surplus transaksi berjalan ditopang oleh surplus neraca barang seiring dengan perbaikan kinerja ekspor di tengah masih tertahannya kegiatan impor sejalan dengan permintaan domestik yang belum kuat.
Sementara itu, defisit neraca jasa meningkat dipengaruhi oleh peningkatan defisit jasa perjalanan karena kunjungan wisatawan mancanegara yang masih rendah, serta peningkatan defisit jasa lainnya seperti jasa telekomunikasi, komputer, dan informasi seiring peningkatan impor jasa untuk kebutuhan penunjang aktivitas masyarakat yang lebih banyak dilakukan secara daring selama pandemi Covid-19. Sedangkan defisit neraca pendapatan primer meningkat, terutama didorong oleh pembayaran imbal hasil atas investasi langsung yang meningkat.
(Baca juga: Evakuasi Mayat Pasien Positif COVID-19 di Situ Cipondoh, Petugas Pakai APD Lengkap )
Onny menuturkan transaksi modal dan finansial pada triwulan III/2020 mencatat surplus, di tengah penyesuaian aliran modal karena meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
Transaksi modal dan finansial kembali mencatat surplus sebesar USD1,0 miliar (0,4% terhadap PDB), setelah mengalami surplus sebesar USD10,6 miliar (4,3% terhadap PDB) pada kuartal sebelumnya.
Sementara itu, defisit neraca jasa meningkat dipengaruhi oleh peningkatan defisit jasa perjalanan karena kunjungan wisatawan mancanegara yang masih rendah, serta peningkatan defisit jasa lainnya seperti jasa telekomunikasi, komputer, dan informasi seiring peningkatan impor jasa untuk kebutuhan penunjang aktivitas masyarakat yang lebih banyak dilakukan secara daring selama pandemi Covid-19. Sedangkan defisit neraca pendapatan primer meningkat, terutama didorong oleh pembayaran imbal hasil atas investasi langsung yang meningkat.
(Baca juga: Evakuasi Mayat Pasien Positif COVID-19 di Situ Cipondoh, Petugas Pakai APD Lengkap )
Onny menuturkan transaksi modal dan finansial pada triwulan III/2020 mencatat surplus, di tengah penyesuaian aliran modal karena meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
Transaksi modal dan finansial kembali mencatat surplus sebesar USD1,0 miliar (0,4% terhadap PDB), setelah mengalami surplus sebesar USD10,6 miliar (4,3% terhadap PDB) pada kuartal sebelumnya.
Lihat Juga :