CEO Networking 2020 Jaga Optimisme Pemulihan Ekonomi, Luhut Bawa Kabar Baik

loading...
CEO Networking 2020 Jaga Optimisme Pemulihan Ekonomi, Luhut Bawa Kabar Baik
Menko Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi forum CEO Networking 2020 yang diadakan untuk terus menjaga optimisme pemulihan ekonomi pasca resesi ekonomi karena pandemi Covid-19. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi forum CEO Networking 2020 yang diadakan untuk terus menjaga optimisme pemulihan ekonomi pasca resesi ekonomi karena pandemi Covid-19.

Forum tersebut merupakan rangkaian acara Peringatan 43 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan tema “Building Resilience to Economic Recovery”.

“Harapan saya kepada seluruh pihak di industri pasar modal Indonesia, untuk selalu dapat terus berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Menko Luhut dalam forum yang disiarkan secara virtual, Selasa (24/11/2020).

(Baca Juga: 3 Hari Bolak-Balik Gedung Putih, Luhut Mungkin yang Pertama )



Menko Luhut juga menceritakan rangkaian kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu. Selama di sana, sejumlah pertemuan diadakan dengan beberapa pejabat penting antara lain dengan Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden AS Mike Pence, hingga Chief Executive Officer (CEO) International Development Finance Corporation (DFC) AS Adam Boehler.

"Mungkin baru pertama kali dalam sejarah Indonesia ada seorang pejabat republik yang sampai empat kali ke White House dalam tiga hari. Jadi dalam hari pertama itu saya sampai dua kali bolak-balik sana karena kita merundingkan banyak hal dan mereka sangat mengapresiasi terhadap Indonesia," ujar Luhut.

Menko Luhut juga membawa kabar baik terkait perkembangan Sovereign Wealth Fund (SWF). CEO US DFC Adam Boehler telah menandatangani Letter of Interest (LOI) untuk rencana investasi ke SWF Indonesia sebesar USD2 miliar atau setara dengan sekitar Rp28 triliun.



"Sehingga pada pertemuan-pertemuan berikutnya dengan seperti Black Rock, Black Stones, Carley, itu semua relatif berjalan dengan sangat baik. Tadi saya lapor juga ke presiden bahwa ini segera kita tindak lanjuti karena langkah ini langkah yang bagus," kata Luhut.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top