Penting Bagi RI Berbagi Pengalaman untuk Perbaikan Regulasi di Asia

loading...
Penting Bagi RI Berbagi Pengalaman untuk Perbaikan Regulasi di Asia
Indonesia bersama Kanada, Filipina, Sekretariat ASEAN, OECD, dan ADB bertemu secara virtual dalam Seminar Internasional tentang Perbaikan Regulasi di Asia. Mentan RI mengatakan ini penting bagi RI. Foto/Dok
JAKARTA - Indonesia bersama Kanada, Filipina, Sekretariat ASEAN, OECD, dan ADB bertemu secara virtual dalam Seminar Internasional tentang Perbaikan Regulasi di Asia. Seminar ini bertujuan untuk saling berbagi praktik baik dan pengalaman dalam membangun regulasi yang berkualitas, efektif, dan efisien.

Seminar internasional ini diadakan atas kolaborasi Kementerian Pertanian (Kementan) Indonesia dengan proyek NSLIC/NSELRED. Regulasi yang efektif, berkualitas, dan berkelanjutan sangat penting guna mendukung pertumbuhan ekonomi terutama di masa pandemi COVID-19.

Menteri Pertanian (Mentan) RI, Dr. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si, M.H dalam sambutannya menyampaikan, pentingnya pertemuan ini bagi Indonesia. (Baca Juga: Perluas Pasar Pangan Lokal, Kementan Dorong UMKM Go Digital)

“Seminar ini sangat penting bagi Indonesia, dalam melakukan berbagai penyempurnaan regulasi di dalam negeri, terutama dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penciptaan Lapangan Kerja yang merupakan langkah monumental bagi Indonesia dalam menata regulasi di dalam negeri,” ujarnya.



Seminar internasional ini membahas tentang contoh praktik-praktik baik serta pelaksanaannya dalam perbaikan regulasi dengan penekanan khusus pada dampak serta tantangan pada sektor pertanian di masa pandemi COVID-19. Selain itu, pengalaman dalam proses pembuatan regulasi dan penyusunan strategi keberlanjutan regulasi juga dibahas di dalam kegiatan ini.

Para pembicara yang hadir di sesi diskusi yaitu Mr. Shingo Kimura dari Asian Development Bank (ADB), Prof. Dr. Ir. Erizal Jamal, MSi dari Kementerian Pertanian Indonesia, Dr. Mike Pfister dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Indonesia, Mr. Rodolfo V. Vicerra dari Department of Agriculture Filipina, dan Prof. Edmund Tayao dari Local Government Development Foundation (LOGODEF) Filipina.

Selain Menteri Pertanian Indonesia, Dr. Syahrul Yasin Limpo, hadir pula dalam seminar ini antara lain Duta Besar Kanada untuk Indonesia, H.E. Cameron MacKay dan perwakilan dari Sekretariat ASEAN, Dr. Pham Quang Minh.



(Baca Juga: Efek Jokowi Iklan Omnibus Law di WEF, Menlu Retno: Investor Asing Keroyokan Masuk RI )
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top