Masa Depan Rekrutmen, Pekerja Fleksibel Tangguh & Tidak Malas Bakal Diburu
Sabtu, 28 November 2020 - 20:29 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Ledakan PHK Makin Ngeri, 2,67 Juta Orang Nganggur Dadakan
Mahatmi menambahkan, perkembangan teknologi akan menciptakan jenis-jenis pekerjaan baru yang lebih produktif dan dalam jumlah besar jika dibandingkan dengan lapangan kerja yang hilang. Nantinya akan banyak muncul jabatan baru yang dalam 10 tahun lalu tidak ada di dunia ini, seperti digital marketing specialist, social media manager, app designer, app developer, cloud services specialist, youtuber dan blogger. "Jabatan-jabatan itu tentu saja harus diisi oleh mereka yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis atau hard skill di bidang science, technology, engineering and mathematics tapi juga punya soft skill yang unggul, seperti pemecahan masalah, berpikir kritis, kreativitas, kemampuan pengelolaan SDM, kemampuan fleksibel secara kognitif, dan lainnya," kata dia.
Baca Juga: KFC Sempoyongan, Tanggung Rugi Rp283 Miliar
Dia menyebut, kondisi-kondisi di atas juga akan mengarah kepada mega tren kedua yaitu revolusi keahlian. Keahlian tenaga kerja nantinya harus bisa menjawab tantangan perubahan pekerjaan, dimana jika tidak maka pekerja akan mengalami miss match yang jauh lebih besar dibanding saat ini. "Jika revolusi keahlian tidak diantisipasi, produktivitas tenaga kerja kita tidak akan meningkat, kita tidak mampu bersaing dengan negara-negara lain, sementara itu masyarakat yang tertinggal dan tidak mampu bertransisi tidak akan menikmati kesempatan ini," ucapnya.
Mahatmi menambahkan, perkembangan teknologi akan menciptakan jenis-jenis pekerjaan baru yang lebih produktif dan dalam jumlah besar jika dibandingkan dengan lapangan kerja yang hilang. Nantinya akan banyak muncul jabatan baru yang dalam 10 tahun lalu tidak ada di dunia ini, seperti digital marketing specialist, social media manager, app designer, app developer, cloud services specialist, youtuber dan blogger. "Jabatan-jabatan itu tentu saja harus diisi oleh mereka yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis atau hard skill di bidang science, technology, engineering and mathematics tapi juga punya soft skill yang unggul, seperti pemecahan masalah, berpikir kritis, kreativitas, kemampuan pengelolaan SDM, kemampuan fleksibel secara kognitif, dan lainnya," kata dia.
Baca Juga: KFC Sempoyongan, Tanggung Rugi Rp283 Miliar
Dia menyebut, kondisi-kondisi di atas juga akan mengarah kepada mega tren kedua yaitu revolusi keahlian. Keahlian tenaga kerja nantinya harus bisa menjawab tantangan perubahan pekerjaan, dimana jika tidak maka pekerja akan mengalami miss match yang jauh lebih besar dibanding saat ini. "Jika revolusi keahlian tidak diantisipasi, produktivitas tenaga kerja kita tidak akan meningkat, kita tidak mampu bersaing dengan negara-negara lain, sementara itu masyarakat yang tertinggal dan tidak mampu bertransisi tidak akan menikmati kesempatan ini," ucapnya.
(nng)
Lihat Juga :