Warga Bandar Lampung Kini Tak Cemaskan Lagi Pasokan Air Bersih

loading...
Warga Bandar Lampung Kini Tak Cemaskan Lagi Pasokan Air Bersih
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Pemerintah meresmikan salah satu proyek strategis nasional (PSN) kerja sama pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bandar Lampung, Jumat (27/11). Proyek bernilai Rp1,2 triliun ini merupakan PSN KPBU SPAM pertama yang berhasil dibangun selama dua tahun tanpa hambatan yang berarti, sehingga bisa melaksanakan COD/operasi komersial tepat waktu.

“Hari ini kami meresmikan proyek KPBU SPAM Bandar Lampung yang telah dinyatakan selesai dibangun pada 14 Agustus 2020 lalu,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo di Jakarta, Sabtu (28/11/2020). ( Baca juga:Rampung Awal Desember, 44 Aturan Turunan UU Ciptaker Dikebut )

Bertempat di Instalasi Pengolahan Air (IPA) SPAM Bandar Lampung, Desa Rulung Helok, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Wahyu meresmikan proyek ini bersama Wali Kota Bandar Lampung Herman Hasanusi.

Wahyu Utomo menjelaskan, pembangunan SPAM Bandar Lampung ini dilaksanakan menggunakan skema KPBU antara Pemerintah Kota Bandar Lampung yang mengamanatkan PDAM Way Rilau sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) dengan PT Adhya Tirta Lampung selaku Badan Usaha yang merupakan konsorsium dari PT Bangun Cipta Kontraktor dan PT Bangun Tjipta Sarana.



“Dengan pemanfaatan air baku dari Sungai Way Sekampung sebesar 825 liter per detik, IPA SPAM Bandar Lampung mampu mengolah air baku menjadi air dengan kualitas air minum berkapasitas 750 liter per detik,” terang Wahyu.

PDAM Way Rilau bisa memberikan manfaat bagi 60 ribu sambungan rumah tangga atau 300 ribu jiwa penduduk Kota Bandar Lampung di delam (delapan) Kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Rajabasa, Labuhan Ratu, Way Halim, Kedaton, dan Kecamatan Tanjung Senang.

“Dengan pelayanan air minum kepada delapan kecamatan tersebut, PDAM Way Rilau dapat meningkatkan cakupan layanan dari 20% menjadi 46% di tahun 2024,” ungkap Wahyu. ( Baca juga:Habib Rizieq Enggan Beritahu Hasil Swab, Bima Arya Akan Tempuh Jalur Hukum )



Ia pun menyampaikan bahwa keberhasilan penyelesaian konstruksi atau pelaksanaan operasi komersial PSN KPBU SPAM Bandar Lampung merupakan hasil sinergitas dan kerja sama yang baik dari berbagai pihak. PSN KPBU SPAM Bandar Lampung ini mendapat dukungan dari Kementerian Keuangan melalui Pemberian Dukungan Kelayakan (Viability Gap Funding - VGF) senilai Rp258,8 miliar.

Kemudian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung pembangunan Jaringan Distribusi Utama dengan panjang mencapai 36 km dan percepatan pencairan VGF. Selanjutnya dukungan dari PT SMI dalam Fasilitas Penyiapan Proyek (Project Development Facility - PDF), dan PT PII dalam pemberian Penjaminan Infrastruktur.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top