Anti Kumuh, Ruang Terbuka Publik Gairahkan Ekonomi Daerah
Senin, 30 November 2020 - 09:44 WIB
loading...
Pengembangan ruang terbuka publik selain menghilangkan kekumuhan juga memberikan nilai tambah ekonomi terhadap masyarakat di sekitarnya. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kawasan kumuh merupakan permasalahan rumit yang dihadapi berbagai kota besar di Indonesia. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman Ditjen Cipta Karya, berupaya penuh dalam mengatasi permasalahan tersebut.
"Strategi penanganan kawasan kumuh dapat dilakukan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan sektor ekonomi dan sosial sebagai tolok ukur keberhasilan," jelas Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Didiet Arief Akhdiat di Jakarta, Senin (30/11/2020).
Dia mengatakan, Kota Banda Aceh menjadi salah satu kota yang mulai mengatasi masalah kekumuhan. Kehadiran Kementerian PUPR dalam mengentaskan kekumuhan kawasan Peunayong dan Seutui dilaksanakan dengan penataan dan peningkatan kualitas permukiman.
(Baca Juga: Rogoh Anggaran Rp390 Miliar, Program Kampung Kumuh Capai 70%)
"Selain menghilangkan kata kumuh dan memberikan nilai tambah ekonomi terhadap masyarakat di sekitarnya, upaya tersebut juga memberikan dampak sosial dengan mengubah wajah Kota Banda Aceh," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Walikota Banda Aceh Aminullah Usman mengatakan pembangunan di sepanjang bantaran Sungai Krieng Aceh kawasan Peunayong juga bertujuan menempatkan pengusaha kuliner sekaligus tindak lanjut dari konsep Water Front City Banda Aceh.
"Strategi penanganan kawasan kumuh dapat dilakukan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan sektor ekonomi dan sosial sebagai tolok ukur keberhasilan," jelas Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Didiet Arief Akhdiat di Jakarta, Senin (30/11/2020).
Dia mengatakan, Kota Banda Aceh menjadi salah satu kota yang mulai mengatasi masalah kekumuhan. Kehadiran Kementerian PUPR dalam mengentaskan kekumuhan kawasan Peunayong dan Seutui dilaksanakan dengan penataan dan peningkatan kualitas permukiman.
(Baca Juga: Rogoh Anggaran Rp390 Miliar, Program Kampung Kumuh Capai 70%)
"Selain menghilangkan kata kumuh dan memberikan nilai tambah ekonomi terhadap masyarakat di sekitarnya, upaya tersebut juga memberikan dampak sosial dengan mengubah wajah Kota Banda Aceh," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Walikota Banda Aceh Aminullah Usman mengatakan pembangunan di sepanjang bantaran Sungai Krieng Aceh kawasan Peunayong juga bertujuan menempatkan pengusaha kuliner sekaligus tindak lanjut dari konsep Water Front City Banda Aceh.
Lihat Juga :