Tutup Lagi Enam Toko, Ini Imbasnya ke Saham Matahari Department Store

Senin, 30 November 2020 - 13:36 WIB
loading...
Tutup Lagi Enam Toko, Ini Imbasnya ke Saham Matahari Department Store
Saham Matahari Department Store ditutup minus 4,41% jeda makan siang Senin (30/11). Foto:SINDOnews/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Pelaku pasar nampaknya cukup terdampak akibat dari rencana penutupan lagi enam gerai PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) pada akhir tahun ini. Hal tersebut terlihat dari pergerakan saham salah satu anak perusahaan dari Lippo Group itu.

Saham Matahari Department Store pada Senin (30/11) pagi ini dibuka pada kisaran harga Rp1.360 per lembar. Sedangkan pada jeda makan siang pukul 11.30 WIB, saham dengan kode emiten LPPF ini merosot 4,41% atau sekitar 60 poin ke level Rp1.300.

Harga saham Matahari Department Store ditawarkan dengan harga tertinggi Rp1.370 dan terendah Rp1.270. Kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp3,41 triliun.

(Baca Juga : Makin Babak Belur, Matahari Department Store Tutup Lagi Enam Gerainya )

Untuk diketahui saham LPPF pada awal tahun ini, Kamis 2 Januari 2020 dibuka pada harga Rp4.120 per lembar saham. Dengan demikian, hingga hari ini saham Matahari Department Store telah terkontraksi sebesar 68,44%.

Seperti diberitakan, Corporate Secretary and Legal Director Matahari Department Store Miranti Hadisusilo mengatakan perseroan akan mengurangi jumlah gerainya dari 153 toko menjadi 147 toko pada akhir Desember 2020.

"Enam gerai besar yang tidak menguntungkan akan ditutup," kata manajemen dalam keterbukaan informasi LPPF di Bursa Efek Indonesia, Senin (30/11/2020).

(Baca Juga : 58 Perusahaan Siap Melantai di Bursa Incar Dana Rp21,76 Triliun )

Keenam gerai yang akan ditutup tersebut empat diantaranya berada di Pulau Jawa, satu di wilayah Bali dan satu lagi berada di Sulawesi. Meski demikian, perseroan masih belum mau menyebutkan secara spesifik toko mana saja yang akan segera ditutup.

"Tidak ada gerai baru yang akan dibuka pada kuartal IV/2020 dan kuartal I/2021," tegas manajemen.

Lebih lanjut manajemen menjelaskan, dari 147 gerai yang saat ini beroperasi, 23 diantaranya akan terus dilakukan monitoring terkait peningkatan kinerja. Perseroan juga melakukan negosiasi dengan pemilik gedung untuk mendapatkan harga sewa yang tetap atau bahkan lebih rendah.
(her)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1549 seconds (10.177#12.26)