Opung Luhut: Jepang Akan Tanam Duit Rp57 Triliun untuk SWF Indonesia
Jum'at, 04 Desember 2020 - 21:58 WIB
loading...
Menko Marves Luhut B. Pandjaitan dalam pertemuan dengan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) di Tokyo, Jepang. Foto/Ist
A
A
A
TOKYO - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut B. Pandjaitan mengungkapkan komitmen investasi dari Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Maeda Tadashi untuk pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia .
“JBIC siap mendukung pendanaan SWF Indonesia sebesar USD4 Miliar (Rp57 triliun), dua kali lipat lebih besar dari yang disampaikan the US International Development Finance Corporation (DFC) – Lembaga pembiayaan asal Amerika Serikat (AS)," kata Menko Luhut pada pertemuan di Tokyo, dikutip dari siaran pers, Jumat (4/12/2020).
(Baca juga: Mengejutkan, Jepang Larang Mobil Konvensional Pertengahan 2030 )
Menko Luhut didamping oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Duta Besar RI Heri Akhmadi melanjutkan lawatan di Tokyo dan melakukan pertemuan maraton dengan Gubernur JBIC serta tidak kurang dari 20 investor potensial Jepang lainnya di bidang finance dan energi.
Heri Akhmadi mengungkapkan, JBIC akan menjadi salah satu lembaga keuangan yang berpartisipasi dalam master fund SWF Indonesia yang disebut Nusantara Investment Authority (NIA).
“JBIC siap mendukung pendanaan SWF Indonesia sebesar USD4 Miliar (Rp57 triliun), dua kali lipat lebih besar dari yang disampaikan the US International Development Finance Corporation (DFC) – Lembaga pembiayaan asal Amerika Serikat (AS)," kata Menko Luhut pada pertemuan di Tokyo, dikutip dari siaran pers, Jumat (4/12/2020).
(Baca juga: Mengejutkan, Jepang Larang Mobil Konvensional Pertengahan 2030 )
Menko Luhut didamping oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Duta Besar RI Heri Akhmadi melanjutkan lawatan di Tokyo dan melakukan pertemuan maraton dengan Gubernur JBIC serta tidak kurang dari 20 investor potensial Jepang lainnya di bidang finance dan energi.
Heri Akhmadi mengungkapkan, JBIC akan menjadi salah satu lembaga keuangan yang berpartisipasi dalam master fund SWF Indonesia yang disebut Nusantara Investment Authority (NIA).
Lihat Juga :