alexametrics

Awal Pekan, Rupiah Diprediksi Kembali Tertekan

loading...
Awal Pekan, Rupiah Diprediksi Kembali Tertekan
NIlai tukar rupiah pada perdagangan hari ini diprediksi mengalami tekanan akibat berita negatif terkait pandemi corona. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini diprediksi bergerak negatif. Dalam perdagangan terakhir pekan sebelumnya, mata uang Garuda menguat 2,28% menjadi Rp15.880 per USD.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, berita mengenai kenaikan tajam jumlah orang yang terjangkit Covid-19 di akhir pekan bisa menjadi sentimen negatif ke pasar keuangan hari ini, termasuk ke pergerakan rupiah.

"Amerika Serikat melaporkan orang yang positif sudah lebih dari 550.000 dengan jumlah kematian lebih dari 22.000 orang," ujar Ariston di Jakarta, Senin (13/4/2020).



Dia melanjutkan, meluasnya penyebaran wabah ini di Negeri Paman Sam menunjukkan bahwa puncak wabah belum terlewati. Hal ini, imbuh dia, menimbulkan kekhawatiran bahwa semua usaha pemulihan ekonomi dengan stimulus yang telah disiapkan menjadi sia-sia.

Kendati diprediksi melemah, Ariston memperkirakan, rupiah pada hari ini masih akan bergerak di kisaran Rp15.800 hingga Rp16.000 per USD.
(fai)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top