Kasus Tembak Mati 6 Anggota FPI Kalah oleh Kehadiran Vaksin: IHSG Diprediksi Terus Menguat
Rabu, 09 Desember 2020 - 11:41 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan indeks harga saham gabungan masih akan terus menguat hingga pekan ini. Penguatan itu didorong kehadiran vaksin Covid-19 Sinovac asal China.
"Kabar baik terkait impor vaksin Covid-19 dari Tiongkok lebih menjadi perhatian dan mendongkrak kepercayaan pelaku usaha dan investor," kata Ekonom BNI Ryan Kiryanto, saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (9/12/2020). ( Baca juga:Jawara Bank Big Caps Turun, Investor Bakal Keroyokan Masuk di Akhir Tahun )
Kehadiran vaksin itu lebih ampuh dibanding badai pemberitaan peristiwa penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam. Kasus penembakan itu relatif tidak memengaruhi persepsi positif investor sehingga tidak mengganggu perekonomian nasional.
"Ini terlihat dari pergerakan IHSG di BEI dan kurs rupiah yang relatif stabil cenderung menguat," tandasnya.
Sebagai informasi, laju Indeks IHSG terus mendekati level 6.000. Kemarin (8/12), IHSG ditutup naik 13,65 poin atau 0,23% ke 5.944.
Pada akhir perdagangan, terdapat 6 sektor penopang IHSG yang menguat. Pemimpin kenaikan berada pada sektor konsumer yang naik 1,64%.
Sementara itu, empat sektor mengalami penurunan. Sektor aneka industri turun paling dalam hingga 1,48%. ( Baca juga:5 Jenazah Anggota FPI Dimakamkan di Megamendung, Satu di Cengkareng )
Indeks LQ45 turun 3,04 poin atau 0,32% ke 933,28, indeks JII turun 0,66 poin atau 0,11% ke 631,12, indeks IDX30 turun 1,2 poin atau 0,24% ke 505,51, dan indeks MNC36 naik 0,24 poin atau 0,08% ke 325,78.
Sementara itu, saham-saham teraktif yang masuk top gainers, yaitu saham PT Campina Es Krim Tbk (CAMP) naik Rp64 atau 24,62% ke Rp324, saham PT Bank Negara Indonesia (BNII) naik Rp40 atau 16,26% ke Rp286, dan saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) naik Rp48 atau 12,63% ke Rp428.
"Kabar baik terkait impor vaksin Covid-19 dari Tiongkok lebih menjadi perhatian dan mendongkrak kepercayaan pelaku usaha dan investor," kata Ekonom BNI Ryan Kiryanto, saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (9/12/2020). ( Baca juga:Jawara Bank Big Caps Turun, Investor Bakal Keroyokan Masuk di Akhir Tahun )
Kehadiran vaksin itu lebih ampuh dibanding badai pemberitaan peristiwa penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam. Kasus penembakan itu relatif tidak memengaruhi persepsi positif investor sehingga tidak mengganggu perekonomian nasional.
"Ini terlihat dari pergerakan IHSG di BEI dan kurs rupiah yang relatif stabil cenderung menguat," tandasnya.
Sebagai informasi, laju Indeks IHSG terus mendekati level 6.000. Kemarin (8/12), IHSG ditutup naik 13,65 poin atau 0,23% ke 5.944.
Pada akhir perdagangan, terdapat 6 sektor penopang IHSG yang menguat. Pemimpin kenaikan berada pada sektor konsumer yang naik 1,64%.
Sementara itu, empat sektor mengalami penurunan. Sektor aneka industri turun paling dalam hingga 1,48%. ( Baca juga:5 Jenazah Anggota FPI Dimakamkan di Megamendung, Satu di Cengkareng )
Indeks LQ45 turun 3,04 poin atau 0,32% ke 933,28, indeks JII turun 0,66 poin atau 0,11% ke 631,12, indeks IDX30 turun 1,2 poin atau 0,24% ke 505,51, dan indeks MNC36 naik 0,24 poin atau 0,08% ke 325,78.
Sementara itu, saham-saham teraktif yang masuk top gainers, yaitu saham PT Campina Es Krim Tbk (CAMP) naik Rp64 atau 24,62% ke Rp324, saham PT Bank Negara Indonesia (BNII) naik Rp40 atau 16,26% ke Rp286, dan saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) naik Rp48 atau 12,63% ke Rp428.
(uka)
Lihat Juga :