Bank Sentral Sudah Suntik Likuiditas ke Perbankan Rp694,8 Triliun
Kamis, 17 Desember 2020 - 15:12 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menjalankan kebijakan moneter dan makroprudensial akomodatif yang menjadikan kondisi likuiditas tetap longgar, sehingga mendorong suku bunga terus menurun dan mendukung pembiayaan perekonomian.
Hingga 15 Desember 2020, bank sentral tercatat telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sekitar Rp694,87 triliun, terutama bersumber dari penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sekitar Rp155 triliun dan ekspansi moneter sekitar Rp524,07 triliun.
(Baca juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan 3,75% di Akhir Tahun 2020 )
Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, longgarnya kondisi likuiditas mendorong tingginya rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yakni 31,52% pada November 2020 dan rendahnya rata-rata suku bunga PUAB overnight, sekitar 3,20% pada November 2020.
(Baca juga: The Fed Tahan Suku Bunga Mendekati 0%, Ini Dampaknya ke RI )
Hingga 15 Desember 2020, bank sentral tercatat telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sekitar Rp694,87 triliun, terutama bersumber dari penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sekitar Rp155 triliun dan ekspansi moneter sekitar Rp524,07 triliun.
(Baca juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan 3,75% di Akhir Tahun 2020 )
Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, longgarnya kondisi likuiditas mendorong tingginya rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yakni 31,52% pada November 2020 dan rendahnya rata-rata suku bunga PUAB overnight, sekitar 3,20% pada November 2020.
(Baca juga: The Fed Tahan Suku Bunga Mendekati 0%, Ini Dampaknya ke RI )
Lihat Juga :