Survei Membuktikan: Belanja Online di RI Makin Ngetren
Jum'at, 18 Desember 2020 - 00:11 WIB
loading...
A
A
A
Ia mengatakan agar dapat mengatasi ambiguitas ini, pelaku bisnis dapat menggunakan tool seperti Qualtrics untuk mendapatkan pemahaman yang always-on dan pemahaman yang terintegrasi terkait pengalaman pelanggan mereka di seluruh aktivitas, melengkapi mereka dengan informasi yang end-to-end untuk terus memberikan pengalaman pelanggan yang unggul.
"Pergeseran perilaku dan preferensi konsumen ini akan terus berlanjut di era pasca pandemi. Itulah mengapa bisnis yang sangat penting, menggunakan teknologi seperti Qualtrics untuk dapat selalu mengikuti perilaku dan sentimen konsumen," imbuhnya.
Di sisi survei kepercayaan merek yang dilakukan oleh Qualtrics menunjukan bahwa hampir 8 dari 10 responden 78% mengatakan brand actions di saat krisis berdampak besar terhadap kepercayaan mereka terhadap merek. Hasil survei tersebut menjadi bukti bahwa pergeseran digital perlu direspons oleh merek untuk memastikan pengalaman yang mereka tawarkan dapat dinikmati konsumen di aplikasi digital. Di saat bersamaan, bisnis juga harus memahami dan merespons lingkungan yang dinamis.
Kepala Riset dan Brand Experience Qualtrics untuk Asia Pasifik dan Jepang (APJ) Lisa Khatri menambahkan bahwa konsumen yang merupakan salah satu kunci dari empat inti bisnis yakni konsumen, karyawan, produk dan merek mengalami perubahan yang cukup signifikan dari segi preferensi dan perilaku selama enam bulan terakhir di Asia Pasifik dan Jepang, dan brand action tetap menjadi sangat penting.
Berdasarkan Survei Kepercayaan Merek Qualtrics, agar pelaku usaha bisa meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merek mereka, setidaknya ada 3 hal yang bisa dilakukan yaitu: mempertahankan harga yang wajar 40%, menaikkan level rekomendasi dan standar keamanan dan melakukan umpan balik terhadap komunitas 39%, serta menyediakan produk baru dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan saat ini 36%.
"Pergeseran perilaku dan preferensi konsumen ini akan terus berlanjut di era pasca pandemi. Itulah mengapa bisnis yang sangat penting, menggunakan teknologi seperti Qualtrics untuk dapat selalu mengikuti perilaku dan sentimen konsumen," imbuhnya.
Di sisi survei kepercayaan merek yang dilakukan oleh Qualtrics menunjukan bahwa hampir 8 dari 10 responden 78% mengatakan brand actions di saat krisis berdampak besar terhadap kepercayaan mereka terhadap merek. Hasil survei tersebut menjadi bukti bahwa pergeseran digital perlu direspons oleh merek untuk memastikan pengalaman yang mereka tawarkan dapat dinikmati konsumen di aplikasi digital. Di saat bersamaan, bisnis juga harus memahami dan merespons lingkungan yang dinamis.
Kepala Riset dan Brand Experience Qualtrics untuk Asia Pasifik dan Jepang (APJ) Lisa Khatri menambahkan bahwa konsumen yang merupakan salah satu kunci dari empat inti bisnis yakni konsumen, karyawan, produk dan merek mengalami perubahan yang cukup signifikan dari segi preferensi dan perilaku selama enam bulan terakhir di Asia Pasifik dan Jepang, dan brand action tetap menjadi sangat penting.
Berdasarkan Survei Kepercayaan Merek Qualtrics, agar pelaku usaha bisa meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merek mereka, setidaknya ada 3 hal yang bisa dilakukan yaitu: mempertahankan harga yang wajar 40%, menaikkan level rekomendasi dan standar keamanan dan melakukan umpan balik terhadap komunitas 39%, serta menyediakan produk baru dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan saat ini 36%.
Lihat Juga :