Toreh Capaian Positif di 2020, SKK Migas Optimis Hadapi 2021
Kamis, 31 Desember 2020 - 20:17 WIB
loading...
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto optimistis kinerja sektor migas akan semakin positif di tahun 2021. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan bahwa kinerja industri migas nasional sepanjang tahun 2020 membaik. SKK Migas juga menilai telah mencapai target-target yang ditetapkan oleh pemerintah.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyebut, capaian itu dilihat dari sejumlah indikator. Misalnya, hulu migas nasional menghasilkan lima capaian pada aspek Reserve Replacement Ratio (RRR), lifting minyak dan gas bumi (migas), pengendalian cost recovery, penerimaan negara, dan penyelesaian proyek hulu migas.
(Baca Juga: SKK Migas Kejar Target Pasokan Gas dari Lapangan Merakes Kuartal I Tahun Depan)
Pada akhir 2020, lifting minyak tercatat sebesar 706.000 barel minyak per hari (BOPD) atau 100,2% melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) yang ditetapkan sebesar 705.000 BOPD. Sedangkan lifting gas sebesar 5.461 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), sedikit di bawah target APBN-P sebesar 5.556 MMSCFD atau tercapai 98,3%.
Untuk penerimaan negara, angka yang berhasil dicapai sebesar USD8,4 miliar, atau 141% dari target yang dipatok sebesar USD5,86 miliar.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyebut, capaian itu dilihat dari sejumlah indikator. Misalnya, hulu migas nasional menghasilkan lima capaian pada aspek Reserve Replacement Ratio (RRR), lifting minyak dan gas bumi (migas), pengendalian cost recovery, penerimaan negara, dan penyelesaian proyek hulu migas.
(Baca Juga: SKK Migas Kejar Target Pasokan Gas dari Lapangan Merakes Kuartal I Tahun Depan)
Pada akhir 2020, lifting minyak tercatat sebesar 706.000 barel minyak per hari (BOPD) atau 100,2% melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) yang ditetapkan sebesar 705.000 BOPD. Sedangkan lifting gas sebesar 5.461 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), sedikit di bawah target APBN-P sebesar 5.556 MMSCFD atau tercapai 98,3%.
Untuk penerimaan negara, angka yang berhasil dicapai sebesar USD8,4 miliar, atau 141% dari target yang dipatok sebesar USD5,86 miliar.
Lihat Juga :