Ekonomi Pembudidaya Turun, KKP Bagikan 2,2 Juta Benur Udang Vaname

Jum'at, 17 April 2020 - 08:50 WIB
loading...
Ekonomi Pembudidaya...
KKP memberikan bantuan benur udang vaname kepada pembudidaya untuk membantu mengatasi tekanan akibat dampak wabah corona. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pandemi virus corona (Covid-19) turut memicu penurunan pada kinerja bisnis perudangan nasional. Penurunan harga udang di pasar akibat merosotnya permintaan ekspor turut menekan nilai tambah pendapatan pembudidaya udang di berbagai daerah di Indonesia.

Di sisi lain, naiknya harga pakan udang memicu kenaikan biaya produksi. Melihat hal itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara berupaya mengurangi tekanan para pembudidaya udang dengan memberikan 2,2 juta benur udang vaname kepada kelompok pembudidaya udang di Provinsi Lampung.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengatakan, bisnis perudangan nasional saat ini turut tertekan akibat wabah Covid-19. Namun demikian, KKP tetap mendorong agar suplai udang nasional tetap terjaga. Salah satunya dengan menjamin produksi budidaya tetap berjalan.

"Jangka pendek ini KKP telah mengusulkan berbagai stimulus ekonomi untuk menopang bisnis perudangan nasional ini tetap berjalan. Termasuk kita lakukan intervensi langsung melalui stimulus dukungan langsung input produksi dengan sasaran utama pembudidaya udang skala kecil," ungkap Slamet dalam keterangan persnya, Jumat (17/4/2020).

Sementara itu, Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Sugeng Raharjo, mengatakan pihaknya sejak awal telah menyiapkan berbagai antisipasi dalam menghadapi dampak pelemahan ekonomi akibat wabah covid-19 di kalangan pembudidaya ikan. Menurutnya BBPBAP Jepara sebagai pusat perekayasaan perudangan nasional, telah melakukan upaya yang memang fokus dalam memberikan dukungan langsung benur udang bagi pembudidaya skala kecil.

"Hari ini tim kami berangkat ke Lampung untuk memberikan dukungan benur udang vaname sebanyak 2.208.000 ekor bagi Pokdakan Citra Jaya. Harapannya dukungan ini bisa menekan biaya produksi dan pada akhirnya nilai tambah pendapatan masih bisa dipertahankan ditengah pelemahan bisnis perudangan nasional saat ini," jelas Sugeng.

Sugeng menambahkan, selama wabah Covid-19 ini pihaknya telah memberikan dukungan benur udang yang mencapai 9,9 juta ekor dan tersebar di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung. Pihaknya menargetkan total dukungan benur mencapai 25 juta ekor ke berbagai daerah di Indonesia dalan jangka pendek ini.

"Pada intinya, kami siap untuk selalu hadir dan menawarkan solusi bagi para pembudidaya terdampak Covid-19. Tim kami siap memberikan pelayanan terbaik," tutupnya.

Sebagai informasi dalam waktu yang hampir bersamaan, KKP juga terus menggelontorkan dukungan langsung di berbagai daerah melalui UPT. Berdasarkan data yang dihimpun, berbagai dukungan langsung tersebut yakni dukungan benih kakap putih sebanyak 8.000 ekor bagi Pokdakan di Kabupaten Kepulauan Meranti-Riau. Restocking ikan nilem sebanyak 200.000 ekor dan ikan jelawat sebanyak 100.000 ekor di danau Sipin, Kota Jambi diserahkam BPBAT Jambi kepada Pokmaswas Danau Lestari, serta dukungan benih bandeng sebanyak 200.000 ekor ke pembudidaya di Kabupaten Maros dari BBAP Takalar.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
KKP Pastikan Proyek...
KKP Pastikan Proyek Pagar Beton Cilincing Sudah Kantongi Izin
5 Pulau Indonesia Dijual...
5 Pulau Indonesia Dijual di Situs Asing, Salah Satunya Dihargai Rp2,67 Miliar
Dikepret Tarif Trump,...
Dikepret Tarif Trump, KKP Siap Cari Pasar Alternatif
Jaga Pertumbuhan Ekonomi...
Jaga Pertumbuhan Ekonomi Biru, Kadin-KKP Mitigasi Dampak Tarif Trump
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Rekomendasi
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved