Ketika IHSG Layu, Saham Sektor Konstruksi Justru Berkibar

loading...
Ketika IHSG Layu, Saham Sektor Konstruksi Justru Berkibar
foto/ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Pada penutupan market hari ini (27/1), pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) sangat volatile dan sempat menduduki posisi di bawah level 6.000. Technical Analyst PT Indo Premier Sekuritas Mino menyebutkan bahwa ada sedikit kepanikan terkait efek auto rejection bawah (ARB) beberapa saham .

"Beberapa saham ada yang ARB dan ternyata berdampak ke yang lain, meskipun dari sisi sentimen tidak ada yang terlalu signifikan," ujar Mino dalam IDX Channel Live di Jakarta, Rabu(27/1/2021). ( Baca juga:Masuk Bulan 'Valentine Day', Pergerakan IHSG Tak Akan Begitu Agresif )

Kendati demikian, sektor konstruksi dan infrastruktur seperti PTPP dan Waskita mengalami kenaikan signifikan. Terlebih setelah ada berita pelantikan dewan pengawas Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia.

"Karena ada berita tersebut, saham di sektor konstruksi terutama BUMN mengalami kenaikan. Sebenarnya di awal-awal sempat tertekan, ini sangat korelatif dengan pembentukan dewan pengawas," terang Mino.



Untuk penguatan hari ini, sebenarnya sektor konstruksi terkena efek ARB beberapa hari terakhir. Namun, untuk besok, Mino mengatakan bahwa dengan adanya penguatan hari ini, masih ada peluang kenaikan dari sisi pergerakan harga.

"Ini baru pertama kali menguat, sinyalnya dari sisi teknikal menggambarkan adanya ruang penguatan," tambahnya. ( Baca juga:Gadis Cantik Asal Lampung Utara Ini Dilaporkan Hilang )

Dia menyebutkan bahwa fenomena ini sebenarnya menarik karena beberapa saham yang naik signifikan, belakangan ini mengalami koreksi cukup tajam. Mino pun memberikan tips untuk mencegah pembeli saham terjebak dalam hal seperti itu.



Baca juga: Nih Daftar 14 Investasi Ilegal yang Distop Satgas Waspada Investasi

"Yang perlu diperhatikan adalah ketika memutuskan untuk beli. Apakah harga saham ketika dibeli, valuasinya sudah cukup mahal atau cukup murah? Di market harus benar-benar hati-hati ya, meskipun banyak hal dipandang cukup positif soal saham tersebut," pungkas Mino.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top