Berkah, Laba BRI Syariah di Kuartal IV/2020 Melesat 235,14%
Jum'at, 29 Januari 2021 - 14:39 WIB
loading...
A
A
A
Ngatari menjelaskan, sekitar 40% penyaluran KUR BRIsyariah diarahkan ke sektor ekonomi produksi. Sementara sekitar 37,7% difokuskan ke sektor ekonomi perdagangan dan sekitar 22% di sektor jasa.
Saat ini, terutama di masa pandemi, penyaluran pembiayaan BRIsyariah juga diutamakan untuk sektor-sektor yang lebih minim risiko, seperti pertanian, peternakan, dan alat kesehatan. Selain mikro, BRIsyariah menyalurkan Rp7,4 triliun pembiayaan untuk segmen kecil dan menengah, tumbuh sebesar 65% (yoy).
Baca Juga: Cakepp..... KUR BRIsyariah Tembus Rp4,457 Triliun
Pertumbuhan penyaluran pembiayaan juga diiringi perbaikan kualitas pembiayaan. Non-Performing Finance (NPF) BRIsyariah pada bulan Desember 2020 tercatat 1,7%, turun dibandingkan Desember 2019. "Kami menargetkan pertumbuhan yang berkualitas lewat penyaluran pembiayaan yang selektif," tegas Ngatari.
Di sisi dana pihak ketiga (DPK), BRIsyariah mencatat pertumbuhan sebesar 44,61%. "Dana Pihak Ketiga meningkat ditopang oleh pertumbuhan dana murah (giro dan tabungan) sejalan dengan strategi pengendalian beban biaya dana. Peningkatan dana murah yang mencapai mendorong penurunan biaya dana atau cost of fund," pungkas Ngatari.
Saat ini, terutama di masa pandemi, penyaluran pembiayaan BRIsyariah juga diutamakan untuk sektor-sektor yang lebih minim risiko, seperti pertanian, peternakan, dan alat kesehatan. Selain mikro, BRIsyariah menyalurkan Rp7,4 triliun pembiayaan untuk segmen kecil dan menengah, tumbuh sebesar 65% (yoy).
Baca Juga: Cakepp..... KUR BRIsyariah Tembus Rp4,457 Triliun
Pertumbuhan penyaluran pembiayaan juga diiringi perbaikan kualitas pembiayaan. Non-Performing Finance (NPF) BRIsyariah pada bulan Desember 2020 tercatat 1,7%, turun dibandingkan Desember 2019. "Kami menargetkan pertumbuhan yang berkualitas lewat penyaluran pembiayaan yang selektif," tegas Ngatari.
Di sisi dana pihak ketiga (DPK), BRIsyariah mencatat pertumbuhan sebesar 44,61%. "Dana Pihak Ketiga meningkat ditopang oleh pertumbuhan dana murah (giro dan tabungan) sejalan dengan strategi pengendalian beban biaya dana. Peningkatan dana murah yang mencapai mendorong penurunan biaya dana atau cost of fund," pungkas Ngatari.
(fai)
Lihat Juga :