Jangan Galau Kalau KRL Penuh, BPTJ Sediakan Bus Alternatif
Minggu, 31 Januari 2021 - 19:01 WIB
loading...
Pemerintah memastikan bus bantuan alternatif angkutan KRL tetap disediakan mengantisipasi saat terjadi lonjakan penumpang. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah kembali menyediakan angkutan bus bantuan alternatif yang hanya dioperasikan pada hari dan jam tertentu dimana sering terjadi lonjakan penumpang KRL . Hal ini sebagai upaya menegakkan protokol kesehatan di angkutan umum pada masa pandemi Covid-19 khususnya pada KRL Komuter Jabodetabek.
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B Pramesti mengatakan, angkutan bus alternatif ini benar-benar hanya dioperasikan apabila terjadi lonjakan penumpang pada waktu tertentu. Jika tidak terjadi lonjakan maka angkutan bus tersebut tidak akan dioperasikan.
Baca Juga: Netizen Ramai-ramai Protes KRL Commuter Line, dari Petugas hingga Pengereman Masinis
Menurut Polana, hal ini untuk menegaskan agar keberadaan angkutan bus alternatif ini meski gratis tidak kemudian justru memberikan kelonggaran terhadap masyarakat yang tetap harus mematuhi pembatasan kegiatan selama masa pandemi.
"Sesuai aturan yang berlaku baik PPKM maupun PSBB, selama masa pandemi kegiatan masyarakat pada dasarnya dibatasi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (31/1/2021).
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B Pramesti mengatakan, angkutan bus alternatif ini benar-benar hanya dioperasikan apabila terjadi lonjakan penumpang pada waktu tertentu. Jika tidak terjadi lonjakan maka angkutan bus tersebut tidak akan dioperasikan.
Baca Juga: Netizen Ramai-ramai Protes KRL Commuter Line, dari Petugas hingga Pengereman Masinis
Menurut Polana, hal ini untuk menegaskan agar keberadaan angkutan bus alternatif ini meski gratis tidak kemudian justru memberikan kelonggaran terhadap masyarakat yang tetap harus mematuhi pembatasan kegiatan selama masa pandemi.
"Sesuai aturan yang berlaku baik PPKM maupun PSBB, selama masa pandemi kegiatan masyarakat pada dasarnya dibatasi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (31/1/2021).
Lihat Juga :