Orang Miskin Baru di Republik Indonesia Bertambah 1,13 Juta

Senin, 15 Februari 2021 - 14:04 WIB
loading...
Orang Miskin Baru di...
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah orang miskin di Republik Indonesia per September 2020 bertambah sebanyak 1,13 juta orang. Jadi total penduduk miskin Indonesia mencapai 27,55 juta jiwa. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik ( BPS ) mencatat, jumlah orang miskin di Republik Indonesia per September 2020 bertambah sebanyak 1,13 juta orang. Jadi total penduduk miskin Indonesia mencapai 27,55 juta jiwa.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, angka itu meningkat jika dibandingkan dengan Maret 2020 yang sebanyak 26,42 juta orang. Jika dibandingkan dengan September 2019, jumlah penduduk miskin naik 2,76 juta orang.

"Jadi kalau dibandingkan September 2019 ke September 2020 persentase penduduk miskin meningkat dari 9,22% jadi 10,19%, atau naik 0,97% setara dengan 2,76 juta orang,” ujar Suhariyanto dalam video virtual, Senin (15/2/2021).

Baca Juga: Airlangga Hartarto: Industri Kelapa Sawit Bantu Empaskan Kemiskinan

Kata dia, garis kemiskinan merupakan suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan nonmakanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin. Penduduk miskin adalah yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

"Garis kemiskinan per kapita per bulan pada September 2020 adalah Rp 458.947. Dari komposisi ini, 73,87 persennya untuk komoditas makanan," bebernya.

Dia menambahkan, komponen garis kemiskinan terdiri dari garis kemiskinan makanan dan bukan makanan. Adapun sumbangan terbesar pada garis kemiskinan adalah komoditas makanan.

Pada September 2020, BPS mencatat komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan, baik di perkotaan maupun di perdesaan, pada umumnya hampir sama. Beras masih memberikan sumbangan terbesar, yakni 16,58% di perkotaan dan 21,89% di perdesaan.

Baca Juga: Duh, Jurang Antara Si Kaya dan Miskin Makin Lebar

Selanjutnya rokok kretek filter yang memberikan sumbangan terhadap garis kemiskinan sebesar 13,50% di perkotaan dan 11,85% di perdesaan. Komoditas lainnya adalah telur ayam ras, yang memberikan sumbangan pada garis kemiskinan sebesar 3,91% di perkotaan dan 3,49% di perdesaan.

Ada juga daging ayam ras sebesar 3,34% di perkotaan dan 2,56% di perdesaan, dan mi instan sebesar 2,21% di perkotaan dan 2,12 di perdesaan. "Jadi dengan melihat angka ini, harus memberikan perhatian ekstra agar komoditas pangan seperti beras, rokok, dan sebagainya tidak mengalami fluktuasi yang tinggi," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Ekspor April 2026 Melesat...
Ekspor April 2026 Melesat 21,98% Tembus Rp449.6 Triliun, Ini Penopangnya
Inflasi Indonesia Mei...
Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
BPS: Jumlah UMKM di...
BPS: Jumlah UMKM di Indonesia Capai 59 Juta Usaha Tahun 2023
Politeknik STIA LAN...
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar ICoGPASS, Konferensi Internasional untuk Entaskan Kemiskinan
Kemendagri Dorong Pemda...
Kemendagri Dorong Pemda Lebih Inovatif Tangani Inflasi, Kemiskinan, dan Pengangguran
Mensos: Sekolah Rakyat...
Mensos: Sekolah Rakyat Bagian dari Strategi Besar Pengentasan Kemiskinan
Rekomendasi
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Sambangi Yogyakarta, Cari Perempuan Berbakat dengan Kepedulian Sosial Tinggi
Malam 1 Suro dan Muharram:...
Malam 1 Suro dan Muharram: Sejarah, Tradisi, serta Keutamaannya dalam Islam
Juan Persia Vanesya...
Juan Persia Vanesya Siapkan Mental dan Bahasa Inggris untuk Audisi Miss Indonesia 2026
Berita Terkini
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved