Pelaku Bisnis Transportasi Udara 'Ngiler' dengan Penggunaan GeNose

Jum'at, 19 Februari 2021 - 17:23 WIB
loading...
Pelaku Bisnis Transportasi...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Alat penyaringan (screening) Covid-19 buatan dalam negeri atau GeNose C19 telah sukses digunakan sebagai syarat perjalanan penumpang pada transportasi darat. Para pelaku transportasi udara pun mengharapkan agar GeNose C19 juga diberlakukan bagi calon penumpang transportasi udara.

Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Denon Prawiraatmadja mengatakan bahwa GeNose C19 sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan sudah disetujui oleh Satgas Covid-19 dengan dikeluarkannya surat edaran, sehingga pihaknya yakin alat ini sudah teruji untuk digunakan sebagai alat penyaringan Covid-19 di simpul-simpul transportasi. ( Baca juga:Wamenparekraf Dukung Penggunaan GeNose untuk Pulihkan Pariwisata )

"Kami menyambut positif keberhasilan dan kelancaran pengunaan GeNose C19 pada moda transportasi darat, seperti kereta api dan bus antar-kota antar provinsi. Kami mengharapkan agar GeNoase dapat diimplemetasikan pada moda transportasi udara. Jika dapat digunakan dipastikan akan banyak keuntungan yang akan didapat oleh para calon penumpang pesawat," kata Denon di Jakarta, Jumat (18/2/2021).

Ia menambahkan bahwa GeNose C19 ini juga akan menambah opsi bagi masyarakat untuk melakukan pengecekan kesehatan selain tes rapid antigen dan PCR, yang menjadi syarat perjalanan transportasi. Terlebih lagi, GeNose C19 yang menggunakan artificial intelligent (AI) akan semakin akurat. Bahkan GeNose C19 sudah diuji validasinya dengan 2.000 sampel dan akurasinya sudah 90%.

"Untuk ini kami mengharapkan Kementarian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dapat mengeluarkan aturan terkait pengunaan GeNose C19 pada moda transportasi udara sehingga dapat menjadi acuan bagi rekan-rekan operator maskapai dan pengelola bandar udara di Tanah Air," kata Denon.

Sementara itu, Direktur Utama Citilink Juliandra mengatakan bahwa pihaknya sebagai operator maskapai mendukung jika GeNose C19 diberlakukan sebagai syarat perjalanan untuk transportasi udara. Sebab langkah itu akan meringankan biaya calon penumpang pesawat, dan mungkin akan mendorong kembali masyarakat untuk dapat melakukan perjalanan udara yang tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah diatur oleh pemerintah.

"Kami mendukung jika pemerintah memberlakukan syarat GeNose C19 untuk naik pesawat sebab alat screening inikan lebih terjangkau jika dibandingan dengan rapid antigen atau PCR," katanya.

Sedangkan Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengatakan bahwa dengan digunakannya GeNose C19 pada moda transportasi udara, maka akan mempercepat proses pemeriksaan penumpang pada area keberangkatan di bandara udara sebelum penumpang masuk ke dalam pesawat. ( Baca juga:Jansen Minta Marzuki Alie Hentikan Polemik dengan Partai Demokrat )

"Dengan digunakan GeNose C19 moda udara maka akan membantu akselerasi dari notice airport capacity sehingga waktu untuk melakukan kegiatan penerbangan akan lebih singkat," katanya.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh Direktur PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin yang mengatakan pihaknya akan mendukung penerapan GeNose C19 pada calon penumpang pesawat di bandara-bandaranya. Pihaknya mengharapkan ada landasan acuan peraturan untuk pelaksanaan pengunaan GeNose C19. Terlebih lagi tujuan utama dari alat ini dapat memastikan kalau calon penumpang bebas dari Covid-19.

"Kami terus dapat berkontribusi optimal dalam mendukung aktivitas masyarakat dan turut mendorong pertumbuhan perekonomian, maka operasional harus memenuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan dan Satgas Penanganan Covid-19,” tutupnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
AHY Ungkap Ego Sektoral...
AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
AHY Targetkan Bandara...
AHY Targetkan Bandara Soekarno-Hatta Tembus 10 Besar Terbaik Dunia di 2029
Sumatera Blackout, InJourney...
Sumatera Blackout, InJourney Pastikan Bandara Beroperasi Normal
Harga Avtur Melonjak...
Harga Avtur Melonjak 70% Imbas Perang AS-Iran, Maskapai Teriak Minta Kenaikan Tiket Pesawat
Bandara Hadapi Puncak...
Bandara Hadapi Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Layani 578 Ribu Penumpang Sehari
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Dhoho International...
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur
Pesawat Ini 2 Kali Gagal...
Pesawat Ini 2 Kali Gagal Mendarat di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Menangis dan Pingsan
Rekomendasi
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
5 Artis yang Ramaikan...
5 Artis yang Ramaikan HYROX Jakarta 2026, Luna Maya hingga Cinta Laura
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved