Jajaki Pengembangan Kawasan Industri Batang, PT KIEC: Kita Paling Besar dan Siap

Jum'at, 26 Februari 2021 - 22:59 WIB
loading...
Jajaki Pengembangan...
KIEC sebagai salah satu pengelola kawasan industri terbesar di Indonesia sudah sepantasnya turut andil dalam pengelolaan kawasan program pemerintah di Batang. Foto/Dok
A A A
SEMARANG - Berawal dari keinginan untuk melihat peluang dan potensi kerja sama dalam rangka memajukan pengembangan kawasan industri di wilayah Jawa Tengah. PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (PT KIEC) yang didukung penuh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. selaku Induk Perusahan melakukan kunjungan kerja dan survey ke Kawasan Industri Wijayakusuma yang kemudian dilanjutkan ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) .

Turut hadir beberapa pejabat terkait di antaranya Direktur Pengembangan Usaha Krakatau Steel, Purnomo Widodo dan Dirut KIEC (Krakatau Industrial Estate Cilegon), Priyo Budianto serta Rachmadi Nugroho selaku Dirut PT KIW (Kawasan Industri Wijayakusuma).

Baca Juga: Tanah di Kawasan Industri Batang Lebih Murah dari Vietnam, Bahlil: Monggo Investasi!

Pada pertemuan tersebut masing-masing pihak melihat potensi dan berbagai peluang untuk bisa saling mengisi dan berkolaborasi kedepannya. Hal itu dipertegas dengan komitmen yang dituangkan dalam Nota Kesepakatan bersama dalam kajian untuk melihat peluang dan potensi yang bisa direalisasikan dalam bentuk kerja sama usaha yang mendukung industri.

“KIEC sebagai salah satu pengelola kawasan industri terbesar di Indonesia sudah sepantasnya turut andil dalam pengelolaan kawasan program pemerintah di Batang, saya minta Pak Priyo Budianto selalu Dirut KIEC untuk siap berkolaborasi dan bersinergi dengan sesama perusahaan BUMN layaknya Kawasan Industri Wijaya Kusuma dan Kawasan Industri Terpadu Batang," kata Direktur Utama PT. Krakatau Steel (Persero), Silmy Karim dalam keterangan tertulisnya.

Hal senada juga diungkapkan langsung oleh Priyo Budianto selaku Direktur Utama KIEC (Krakatau Industrial Estate Cilegon) sesaat sebelum melakukan penandatangan MOU dengan kedua belah pihak.

"Alhamdullilah, hari ini kami telah meninjau segala potensi bisnis yang ada dan sekaligus hari ini KIEC menjajaki kerjasama dengan kawasan industri Wijayakusuma dan Kawasan Industri Terpadu Batang. Kami siap bila ada yang bisa kita kerjasamakan karena di Indonesia khususnya di BUMN kita yang paling besar dan paling siap," ujar Priyo Budianto.

"KIEC memang ada rencana untuk expand keluar dan kita sudah survey ke beberapa kawasan dan Batang adalah salah satu potensi yang terbesar. Kerjasama ini juga selaras dengan percepatan program Jokowi disemua lini. Jadi ada baiknya memang sesama BUMN seperti KIW dan KIEC untuk sinergi," lanjutnya lagi.

Dirut PT KIW (Kawasan Industri Wijayakusuma), Rachmadi Nugroho menyambut dengan senang kerja sama ini. "Sebab kami tidak mungkin mengerjakan sendirian dan suatu keberkahan luar biasa bila KIEC yang sudah berpengalaman mau berkolaborasi dengan kami untuk mempercepat perkembangan roda industri disini," kata Rachmadi.

Baca Juga: Kata Erick Thohir, Kawasan Industri Batang dan Subang-Majalengka Fokus untuk 2 Hal Ini

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia turut memberikan apresiasi atas terjalinnya kerjasama tersebut. Menurutnya dengan pengalaman KIEC diharapkan pemgelolan kawasan Industri didua wilayah tersebut akan semakin baik kedepannya.

"Walaupun KIW sudah mulai dan KIEC belum masuk tapi harus masuk karena KIEC ini yang paling banyak pengalaman mengelola kawasan Industri," ujar Bahlil.

Dua anak perusahaan Krakatau Steel lainnya yakni KBS Krakatau Bandar Samudera dan KTI Krakatau Tirta Industri juga ikut mendampingi untuk melihat potensi kerjasama di wilayah industri Batang Jawa Tengah.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Banten untuk Indonesia:...
Dari Banten untuk Indonesia: Krakatau Steel dan Hebei Perkuat Ekosistem Baja Nasional
Menko AHY Sebut Proyek...
Menko AHY Sebut Proyek Giant Sea Wall Melindungi Aset Nasional: 70 Kawasan Industri dan 5 KEK
KRAS Ambil Bagian dalam...
KRAS Ambil Bagian dalam Hilirisasi Nasional Fase 2: Perkuat Kedaulatan Industri Baja Nasional
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Satu-satunya Kawasan Industri Raih PROPER Hijau Keenam Kali
Perkuat Masa Depan Industri...
Perkuat Masa Depan Industri Baja Nasional, Danantara Bersama DPR Kawal Kinerja KRAS
KRAS Reborn: Jurus Baru...
KRAS Reborn: Jurus Baru Krakatau Steel Tinggalkan Masa Sulit, Incar Pendapatan Rp26,8 T
Mengurai Dampak Sosial...
Mengurai Dampak Sosial dan Lingkungan PSN Batang
Didominasi Karyawan...
Didominasi Karyawan IMIP, Perputaran Uang di Bahodopi Rp5,9 Triliun per Tahun
Mengenal Haji Maruf,...
Mengenal Haji Ma'ruf, Saudagar Madura yang Terpilih Menjadi Ketum HKI
Rekomendasi
Pemain Inggris Tolak...
Pemain Inggris Tolak Jabat Tangan Thomas Partey di Piala Dunia 2026
Tio Pakusadewo Ungkap...
Tio Pakusadewo Ungkap Gejala Aneh Sebelum Alami Gangguan Jantung: Cegukan 2 Bulan Gak Berhenti!
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved