Awal Tahun, Nilai Ekspor Sulsel Capai Rp1,05 Triliun
Selasa, 02 Maret 2021 - 08:37 WIB
loading...
A
A
A
"Tetapi nikel sebagai komoditas eskpor utama Sulsel mengalami penurunan permintaan pada bulan Januari 2021 dibanding tahun lalu, begitupun dengan ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang lainnya, lak, getah, dan damar, daging dan ikan olahan, serta kayu dan barang dari kayu," urai Yos.
Baca Juga: Tumbuh Signifikan di Tengah Pandemi, Ekspor Sulsel Paling Banyak ke Negara Ini
Sedangkan negara dengan tujuan ekspor terbesar, yaitu masih didominasi oleh Jepang (55,62 persen), disusul Tiongkok (10,09 persen), Korea Selatan (2,22 persen), Taiwan (2,14 persen), dan Bangladesh (1,54 persen).
Sedangkan nilai impor Sulsel pada bulan Januari 2021 mencapai Rp244 miliar, turun sebesar 85,78 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 lalu (year on year). Sedangkan jika dibandingkan dengan bulan Desember 2020 (month to month), impor Sulsel juga turun sebesar 82,98 persen.
"Secara grafis, impor Januari 2021 Sulsel sangat jauh dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, utamanya pada tahun 2020 yang mencapai USD120,34 juta. Kalau dibandingkan dengan posisi selama Covid-19, juga turunnya cukup banyak, yaitu pada Desember 2020 mencapai USD129,48 juta," papar Yos.
Baca Juga: Tumbuh Signifikan di Tengah Pandemi, Ekspor Sulsel Paling Banyak ke Negara Ini
Sedangkan negara dengan tujuan ekspor terbesar, yaitu masih didominasi oleh Jepang (55,62 persen), disusul Tiongkok (10,09 persen), Korea Selatan (2,22 persen), Taiwan (2,14 persen), dan Bangladesh (1,54 persen).
Sedangkan nilai impor Sulsel pada bulan Januari 2021 mencapai Rp244 miliar, turun sebesar 85,78 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 lalu (year on year). Sedangkan jika dibandingkan dengan bulan Desember 2020 (month to month), impor Sulsel juga turun sebesar 82,98 persen.
"Secara grafis, impor Januari 2021 Sulsel sangat jauh dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, utamanya pada tahun 2020 yang mencapai USD120,34 juta. Kalau dibandingkan dengan posisi selama Covid-19, juga turunnya cukup banyak, yaitu pada Desember 2020 mencapai USD129,48 juta," papar Yos.
Lihat Juga :