Berawal dari Rumah Petak di Gang Kecil, Pengusaha Ini Kini Bisa Pekerjakan 45 Karyawan
Kamis, 04 Maret 2021 - 14:08 WIB
loading...
A
A
A
Masih di tahun yang sama, Riyadi berhasil membuka tujuh cabang ayam geprek madu di Surabaya. Kemudian dilanjutkan dengan membuka cabang di kota-kota lainnya, seperti Sidoarjo dan Malang. “Di luar Kota Surabaya sudah ada empat sekarang. Ya senang bisa ikut buka lapangan pekerjaan buat orang lain juga,” tuturnya.
Di sisi lain, bisnis ayam geprek madu Riyadi terus berkembang pesat seiring dengan bergabungnya ia menjadi mitra merchant GrabFood, layanan pesan antar makanan berbasis online. Menurutnya, sejak terdaftar di sana, permintaan Ayam Geprek Madu meningkat pesat. “Dari situ kami sangat terbantu. Dari awalnya saya antar-antar sendiri dari warung yang di rumah. Pastinya sangat repot. Sampai akhirnya bisa buka cabang, banyak driver yang berdatangan,” katanya.
Selain itu, ia juga banyak menerima pesanan untuk acara besar. Bahkan dalam satu minggu, dipastikan ada permintaan dalam jumlah yang tidak sedikit sekaligus. Karena itu, dalam sehari, Riyadi bisa menghabiskan 100 kg ayam. “Dari seluruh total omzet, 90 persen nya datang dari GrabFood. Kami berterima kasih karena sangat dibantu oleh pihak Grab, mereka juga menyemangati saya untuk terus mempertahankan dan mengembangkan kuliner khas seperti ini,” ucapnya.
Selain menjadi mitra GrabFood, Riyadi juga sudah menjadi mitra dompet digital OVO untuk menerapkan metode pembayaran cashless. Menurutnya metode ini sangat membantu dalam hal memudahkan pembayaran, apalagi tanpa menggunakan uang tunai berarti tidak memakai kembalian dalam bentuk tunai. Kemudahan itu membuat banyak pembeli yang memanfaatkan pembayaran nontunai ini. Menggunakan OVO sangat berpengaruh terhadap perkembangan bisnisnya. "Saya belum pernah memakai fitur peminjaman uang lewat OVO, tapi (metode cashless) jelas sangat berpengaruh, karena ada tambahan transaksi selain tunai," katanya.
Ramainya pembeli membuat Riyadi semakin bersemangat untuk terus mengembangkan usahanya. Bahkan dalam waktu dekat, Riyadi berencana untuk membuka cabang baru lagi di luar kota. “Dalam waktu dekat akan membuka cabang di Gresik dan Mojokerto,” ujarnya.
Di sisi lain, bisnis ayam geprek madu Riyadi terus berkembang pesat seiring dengan bergabungnya ia menjadi mitra merchant GrabFood, layanan pesan antar makanan berbasis online. Menurutnya, sejak terdaftar di sana, permintaan Ayam Geprek Madu meningkat pesat. “Dari situ kami sangat terbantu. Dari awalnya saya antar-antar sendiri dari warung yang di rumah. Pastinya sangat repot. Sampai akhirnya bisa buka cabang, banyak driver yang berdatangan,” katanya.
Selain itu, ia juga banyak menerima pesanan untuk acara besar. Bahkan dalam satu minggu, dipastikan ada permintaan dalam jumlah yang tidak sedikit sekaligus. Karena itu, dalam sehari, Riyadi bisa menghabiskan 100 kg ayam. “Dari seluruh total omzet, 90 persen nya datang dari GrabFood. Kami berterima kasih karena sangat dibantu oleh pihak Grab, mereka juga menyemangati saya untuk terus mempertahankan dan mengembangkan kuliner khas seperti ini,” ucapnya.
Selain menjadi mitra GrabFood, Riyadi juga sudah menjadi mitra dompet digital OVO untuk menerapkan metode pembayaran cashless. Menurutnya metode ini sangat membantu dalam hal memudahkan pembayaran, apalagi tanpa menggunakan uang tunai berarti tidak memakai kembalian dalam bentuk tunai. Kemudahan itu membuat banyak pembeli yang memanfaatkan pembayaran nontunai ini. Menggunakan OVO sangat berpengaruh terhadap perkembangan bisnisnya. "Saya belum pernah memakai fitur peminjaman uang lewat OVO, tapi (metode cashless) jelas sangat berpengaruh, karena ada tambahan transaksi selain tunai," katanya.
Ramainya pembeli membuat Riyadi semakin bersemangat untuk terus mengembangkan usahanya. Bahkan dalam waktu dekat, Riyadi berencana untuk membuka cabang baru lagi di luar kota. “Dalam waktu dekat akan membuka cabang di Gresik dan Mojokerto,” ujarnya.

Lihat Juga :