Mendag Lutfi Jelaskan Kontradiksi Impor Beras Satu Juta Ton

Sabtu, 06 Maret 2021 - 16:00 WIB
loading...
Mendag Lutfi Jelaskan...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah berencana akan mengimpor beras sebanyak satu ton agar kebutuhan stok pangan dapat terjaga menjelang Lebaran. Sayangnya, impor itu dinilai kontradiktif karena dilakukan ketika Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras akan naik hingga bulan April.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjelaskan alasan kenapa pemerintah masih mengimpor beras ketika stok masih tinggi. Ia mengatakan beras impor tersebut bakal digunakan untuk menambah cadangan. ( Baca juga:Lumayanlah, di Akhir Pekan Harga Emas Naik Goceng )

"Beras hasilnya tahun ini akan baik, tapi biar bagaimana pun pemerintah mesti punya cadangan atau yang disebut iron stock," ujarnya di Jakarta, Jumat kemarin (5/3).

Ia menuturkan bahwa beras merupakan komoditas yang sensitif bagi masyarakat. Untuk itu pemerintah perlu menjaga ketersediaan barang dan stabilitas harga.

"Ketika barang ada meskipun tinggi, itu jauh lebih mudah, daripada harga tinggi dan barang tidak ada,"terangnya. ( Baca juga:Porsche Masih Berhitung Proyek Porsche Taycan dengan Dua Pintu dan Atap Terbuka )

Menurutnya, hal ini dilakukan pemerintah untuk mencegah kondisi terburuk. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengeluarkan beras impor itu saat panen raya.

"Jadi tidak di jual serta-merta ketika panen, keputusan kapan iron stock itu mesti keluar harus dimusyawarahkan bersama-sama," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
Dampak Perang Iran,...
Dampak Perang Iran, Harga Beras Asia Cetak Rekor Tertinggi dalam Dua Tahun
Bahan Baku Plastik Langka,...
Bahan Baku Plastik Langka, Indonesia Sibuk Cari Sumber Pasokan Alternatif ke 3 Negara
Statistikulasi dan Cerita...
Statistikulasi dan Cerita Produksi Beras Indonesia yang 'Wow'
Pertaruhan Tugas Bulog...
Pertaruhan Tugas Bulog saat Stok Beras Jumbo
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Malaysia Comeback, Tundukkan Myanmar 2-1
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
10 Pesepak Bola dengan...
10 Pesepak Bola dengan Kenaikan Followers Instagram Terbanyak Selama Piala Dunia 2026
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved