Baru Diresmikan, Operasional Pelabuhan Patimban Sudah Mengundang Tanya

Kamis, 18 Maret 2021 - 22:40 WIB
loading...
Baru Diresmikan, Operasional...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) telah diresmikan oleh Kementerian Perhubungan sebagai operator Pelabuhan Patimban . Sayangnya, perusahaan besutan konsorsium CT Corp Infrastruktur Indonesia, Indika Logistic & Support Services, U Connectivity Services dan Terminal Petikemas Surabaya itu belum akan langsung menjalankan operasional pelabuhan sehari-hari. Tugas ini untuk sementara dijalankan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III walaupun tidak jelas entah sampai kapan.

Terkait berbelitnya pola kerja sama para pihak yang mengelola pelabuhan tersebut, Direktur The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi, angkat suara. Menurutnya, sebagai sebuah upaya, apa yang dilakukan oleh pihak pengusaha dan pemerintah di muka sah-sah saja.

“Cuma tolong perhatikan aspek transparansi dan hukumnya. Karena dua hal ini akan menimbulkan banyak implikasi dalam keberlanjutan usaha kepelabuhanan di Patimban kelak,” ujarnya, Kamis (18/3/2021). ( Baca juga:Konsorsium Patimban Mulai Operasikan Car Terminal November 2021 )

Dia mengingatkan, telah terjadi perubahan status hukum perusahaan pengelola Pelabuhan Patimban dari yang awalnya konsorsium menjadi badan hukum dalam bentuk PPI itu. "Situasi legal tersebut jelas akan berimplikasi terhadap komposisi saham masing-masing perusahaan pendiri PPI. Dan, yang lebih penting lagi adalah masalah tanggung jawab mereka bilamana terjadi masalah hukum maupun lainnya,” Rusdi menambahkan.

Pelabuhan Patimban merupakan proyek pembangunan infrastruktur maritim yang didanai oleh pinjaman Jepang dengan skema G-to-G (government-to-government). Komposisi masing-masing negara di dalam perusahaan operator pelabuhan adalah 51% Merah Putih dan 49% Matahari Terbit. Dari komposisi PPI yang beredar ke publik, tidak terlihat mitra Jepang terlibat di dalamnya.

"Patimban ini kan skemanya G-to-G. Hanya saja, pihak Jepang sepertinya belum terwakili dalam perusahaan yang didirikan oleh konsorsium CT Corp. Saham Merah Putih sebanyak 51% itu bisa saja dipegang oleh PT PPI. Nah, sisa 49% milik Jepang tapi Jepangnya nanti di mana?" tanyanya. Ditambahkannya, ketidakjelasan posisi Jepang ini rawan menjadi masalah ke depannya.

Pengamat maritim yang dikenal blak-blakan ini juga menyinggung masalah dana pengadaan fasilitas suprastruktur seperti crane peti kemas dan lainya. Pertanyaannya, dananya dari mana. Apakah dari CT Corp, U Connectivity, Indika atau bersama, atau bahkan mencari pihak ketiga dalam hal ini perbankan untuk menghimpun dana.

Bila nanti melibatkan pihak ketiga atau perbankan dalam penyiapan dana, Siswanto melihat teknis di lapangan akan berubah dan berimplikasi besar dalam operasional usaha Pelabuhan Patimban. ( Baca juga:Moeldoko Memang Dipilih Khusus Kubu KLB Sibolangit untuk Hadapi SBY )

"Seharusnya PT PPI ini sudah harus menjadi operator di lapangan. Besar dugaan saya, sepertinya perusahaan ini akan melimpahkan pihak lain operasional Pelabuhan Patimban demi investasi peralatan bongkar-muat yang tidak sedikit. Artinya, lisensi operator ada pada PT PPI namun teknisnya di lapangan ada pihak lain," jelasnya.

Dari rumitnya jalinan aspek legal Pelabuhan Patimban, jangan sampai ada kasus nantinya. Pelabuhan ini memakai pinjaman luar negeri sehingga prosesnya harus akuntabel.

“Jadi, kuncinya adalah transparansi," pungkasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Budaya K3L di Layanan Pelabuhan
Tingkatkan Kapasitas...
Tingkatkan Kapasitas Bongkar Muat, Pelabuhan Pelindo Tambah QCC
Uji Coba Penertiban...
Uji Coba Penertiban Truk ODOL Bakal Dimulai 1 Juni 2026, Ini 3 Variabelnya
Kasus DJKA, KPK Telusuri...
Kasus DJKA, KPK Telusuri Dugaan Penerimaan Gratifikasi di Kemenhub
Kasus Korupsi Pengadaan...
Kasus Korupsi Pengadaan Jalur Kereta Api, KPK Panggil 3 ASN Kemenhub
Prabowo Pangkas Tarif...
Prabowo Pangkas Tarif Ojol 10%, DPR: Patut Ditindaklanjuti Kemenhub dan Aplikator
Rekomendasi
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo akan Ajukan Penangguhan Penahanan
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved