AVANA Indonesia Gandeng Pemkot Bandung Kembangkan Digitalisasi UKM

loading...
AVANA Indonesia Gandeng Pemkot Bandung Kembangkan Digitalisasi UKM
Foto/Ist
JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan sektor sosial ekonomi Indonesia. Bisnis-bisnis kecil terutama UKM menjadi yang paling terkena dampaknya.

“88% usaha mikro kini telah kehabisan dana kas, sementara 60% usaha mikro kecil terpaksa mengurangi jumlah karyawannya untuk bisa bertahan di tengah pandemi. Padahal, data menunjukkan bahwa sekitar 120 juta orang atau 88,9% tenaga kerja justru diserap oleh UKM, bukan bisnis-bisnis besar” ujar Iwa Gartiwa selaku Ketua Kadin Kota Bandung dan Wakil Ketua Pelaksana Harian SATGAS Pemulihan Ekonomi Kota Bandung, Jumat (26/3/2021). ( Baca juga:Ini Kelompok yang Diperbolehkan Mudik Lebaran )

Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat bisnis UKM merupakan salah satu penggerak utama perekonomian dan bisa membantu bangkitnya kembali pertumbuhan ekonomi nasional setelah pandemi ini mereda.

Sejak awal pandemi, AVANA Indonesia telah turut serta membantu proses digitalisasi UKM agar dapat menemukan peluang yang lebih luas lagi dan beradaptasi dengan tuntutan kebutuhan konsumen yang semakin meningkat. Salah satu yang dilakukan AVANA Indonesia adalah mengembangkan berbagai teknologi unggulan sebagai penunjang bisnis UKM lokal, di antaranya dengan menyediakan website toko online yang bisa terhubung dengan Instagram Shopping, integrasi chat, dan manajemen reseller.

Dengan memanfaatkan teknologi tersebut, pelaku UKM yang biasanya memiliki sumber daya manusia (SDM) terbatas pun bisa dengan mudah menjual produk-produk mereka secara online melalui website maupun media sosial.

Untuk mengasah kemampuan digital pelaku UKM, AVANA juga secara rutin mengadakan pelatihan digitalisasi, baik secara offline maupun online yang bisa diikuti oleh pelaku bisnis dari seluruh Indonesia. Hingga kini, pelatihan offline telah diadakan di Kota Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Pandemi ini pun memberikan dampak yang sangat besar bagi perekonomian Kota Bandung.



“Pertumbuhan ekonomi Kota Bandung turun dari 6,75 % di tahun 2019 menjadi minus 2,29% di tahun 2020,” ujar H. Yana Mulyana, Wakil Wali Kota Bandung.

Senada dengan Yana Mulyana, Iwa Gartiwa juga mengungkapkan bahwa kondisi seluruh bisnis di Kota Bandung terutama pariwisata dan fashion mengalami penurunan drastis. Persaingan bisnis semakin ketat dan yang bisa survive adalah mereka yang telah fasih menggunakan teknologi. Namun justru sekarang terdapat keterbatasan dana untuk melakukan proses digitalisasi bisnis tersebut.

Agar dapat membantu pelaku UKM secara lebih luas lagi, AVANA Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung dan SATGAS Pemulihan Ekonomi Kota Bandung berencana untuk mengadakan berbagai program pelatihan bertemakan digitalisasi bisnis yang diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan bisnis UKM di Kota Bandung.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top