Bulan Puasa Diprediksi Bikin IHSG Jadi 'Ngantuk'
Kamis, 08 April 2021 - 17:15 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Bulan puasa dan Lebaran diprediksi membuat nilai transaksi bursa saham dan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) akan terkonsolidasi pada April. Ditambah lagi kondisi makroekonomi domestik yang belum bertenaga. ( Baca juga:IHSG Pagi Ini Dibuka Merangkak Naik ke Level 6.007 )
Investment Information Head Mirae Asset Sekuritas Roger memprediksi, nilai transaksi bursa saham akan turun di kisaran Rp9 triliun per hari. Angka itu atau turun dibanding Januari, Februari, serta Maret yang masing-masingnya adalah Rp20 triliun, Rp15 triliun, dan Rp10 triliun per hari.
“April ada kemungkinan turun tipis menjadi sekitar Rp9 triliun per hari, faktor puasa juga biasanya akan membuat nilai transaksi harian lebih lesu dibandingkan dengan sebelumnya,” ujar Roger dalam webinar Media Day Mirae Asset Sekuritas di Jakarta (8/4/21).
Dia juga memprediksi IHSG akan terkonsolidasi downtrend sebagai support 5.892-5.735 serta resisten 6.195-6.281. Setidaknya ada dua faktor positif yang dapat mendukung pergerakan IHSG ke depannya, tetapi masih akan terdilusi oleh satu faktor negatif, yaitu kondisi makroekonomi.
Sentimen positif pertama adalah laporan kinerja keuangan emiten FY-2020 dan 1Q-2021. Kedua adalah aksi korporasi beberapa emiten, terutama musim dividen.
Investment Information Head Mirae Asset Sekuritas Roger memprediksi, nilai transaksi bursa saham akan turun di kisaran Rp9 triliun per hari. Angka itu atau turun dibanding Januari, Februari, serta Maret yang masing-masingnya adalah Rp20 triliun, Rp15 triliun, dan Rp10 triliun per hari.
“April ada kemungkinan turun tipis menjadi sekitar Rp9 triliun per hari, faktor puasa juga biasanya akan membuat nilai transaksi harian lebih lesu dibandingkan dengan sebelumnya,” ujar Roger dalam webinar Media Day Mirae Asset Sekuritas di Jakarta (8/4/21).
Dia juga memprediksi IHSG akan terkonsolidasi downtrend sebagai support 5.892-5.735 serta resisten 6.195-6.281. Setidaknya ada dua faktor positif yang dapat mendukung pergerakan IHSG ke depannya, tetapi masih akan terdilusi oleh satu faktor negatif, yaitu kondisi makroekonomi.
Sentimen positif pertama adalah laporan kinerja keuangan emiten FY-2020 dan 1Q-2021. Kedua adalah aksi korporasi beberapa emiten, terutama musim dividen.
Lihat Juga :