Kementerian PUPR Gercep Tangani Darurat Bencana Banjir NTT dan NTB
Rabu, 07 April 2021 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
Kerusakan infrastruktur sumber daya air di antaranya pergeseran pada armour blok beton bangunan Pengaman Pantai Namosain, kerusakan longsor tembok penahan tanah sepanjang 50 meter di Bendungan Manikin, kerusakan tanggul pengendali banjir Sungai Malibaka sepanjang 80 meter dan longsor 30 meter pada sandaran kiri Bendungan Rotiklot.
Sementara pada infrastruktur jalan dan jembatan salah satu jalan yang rusak, yakni Ruas Batas Kabupaten Manggarai-Gako sepanjang 50 meter. Beberapa jembatan yang terputus, yakni Jembatan Kambaniru, Jembatan Talimetan, dan Jembatan Harekaen Kaputu.
Longsoran pada badan jalan di antaranya terjadi di km 35--Batas Kota Waingapu, penanganan dilakukan dengan perkuatan lereng. Selanjutnya terjadi di Waikabubak--Batas Kabupaten Sumba Timur sepanjan 145 meter dengan penanganan perkuatan tebing dan lereng. Sementara untuk longsoran pada tebing dan lereng akan dilakukan perbaikan berupa perkuatan lereng, tebing serta dinding penahan tanah.
Secara umum penanganan tanggap darurat bencana yang dilakukan Kementerian PUPR dilakukan dengan inventarisasi kerusakan, pemasangan tanda bahaya pada lokasi longsor di badan jalan, pembersihan lumpur badan jalan nasional di Pulau Lembata. Sementara penanganan tindak lanjut di antaranya penempatan Tim Disaster Relief Unit di Pulau Adonara dan Pulau Lembata. Kemudian pemasangan jembatan darurat di Pulau Adonara dan Pulau Lembata dengan bentang minimal 40 meter.
Untuk mempercepat upaya tanggap darurat Kementerian PUPR juga tengah mobilisasi alat berat ke Kabupaten Flores Timur berupa dua unit excavator, satu unit mini excavator, lima dump truck, satu unit loader, satu unit grader, satu unit water tank dan dua unit vibratory roller. Sementara pengiriman alat berat ke Kabupaten Lembata berupa tiga unit excavator, satu unit loader, 15 unit dump truck dan satu unit motor grader.
Sementara pada infrastruktur jalan dan jembatan salah satu jalan yang rusak, yakni Ruas Batas Kabupaten Manggarai-Gako sepanjang 50 meter. Beberapa jembatan yang terputus, yakni Jembatan Kambaniru, Jembatan Talimetan, dan Jembatan Harekaen Kaputu.
Longsoran pada badan jalan di antaranya terjadi di km 35--Batas Kota Waingapu, penanganan dilakukan dengan perkuatan lereng. Selanjutnya terjadi di Waikabubak--Batas Kabupaten Sumba Timur sepanjan 145 meter dengan penanganan perkuatan tebing dan lereng. Sementara untuk longsoran pada tebing dan lereng akan dilakukan perbaikan berupa perkuatan lereng, tebing serta dinding penahan tanah.
Secara umum penanganan tanggap darurat bencana yang dilakukan Kementerian PUPR dilakukan dengan inventarisasi kerusakan, pemasangan tanda bahaya pada lokasi longsor di badan jalan, pembersihan lumpur badan jalan nasional di Pulau Lembata. Sementara penanganan tindak lanjut di antaranya penempatan Tim Disaster Relief Unit di Pulau Adonara dan Pulau Lembata. Kemudian pemasangan jembatan darurat di Pulau Adonara dan Pulau Lembata dengan bentang minimal 40 meter.
Untuk mempercepat upaya tanggap darurat Kementerian PUPR juga tengah mobilisasi alat berat ke Kabupaten Flores Timur berupa dua unit excavator, satu unit mini excavator, lima dump truck, satu unit loader, satu unit grader, satu unit water tank dan dua unit vibratory roller. Sementara pengiriman alat berat ke Kabupaten Lembata berupa tiga unit excavator, satu unit loader, 15 unit dump truck dan satu unit motor grader.
Lihat Juga :