BI: Relaksasi Rasio LTV Sukses Dongkrak Kredit Properti
Jum'at, 09 April 2021 - 16:36 WIB
loading...
Kredit properti diklaim meningkat didukung kebijakan relaksasi rasio LTV/FTV. Foto/Ilustrasi
A
A
A
BALI - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebutkan bahwa kebijakan relaksasi rasio loan to value/financing to value (LTV/FTV) untuk kredit pembiayaan properti maksimal 100% telah berdampak terhadap kredit properti nasional.
Seperti diketahui, dengan diberlakukannya relaksasi rasio LTV/FTV, berarti para calon konsumen properti bisa membeli properti tanpa membayar uang muka alias down payment (DP) 0 persen. Relaksasi tersebut diklaim membuat kredit properti mengalami kenaikan. Baca Juga: Survei BI Menunjukkan Keyakinan Konsumen Berlanjut di Bulan Maret 2021
Perry bersyukur bahwa kredit properti menunjukkan angka positif, dimana masyarakat mulai berani membeli properti. Sebab, sebelumnya kredit properti sempat madek akibat dampak pandemi Covid-19.
"Alhamdulilah kredit properti sudah mulai naik, karena kami bebaskan, mau beli apartemen dua silakan, tiga silakan. Makanya sekarang keliatan kredit perumahan sudah mulai naik," ujar Perry dalam acara Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional Temu Stakeholders di Bali, Jumat (9/4/2021).
Meskipun kredit properti mengalami kenaikan belakangan ini, Perry mengatakan bahwa pertumbuhan properti secara nasional belum begitu kuat. Namun, dalam kondisi pemulihan ini dia yakin hal itu bisa ikut mendorong pemulihan ekonomi. Baca Juga: 3 Wirid yang Selalu Diamalkan Para Wali
"Memang belum kuat, tapi sudah membelok ke atas, tidak turun lagi. Jadi koordinasi KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) untuk mendorong kredit, mulai naik," tegasnya.
Seperti diketahui, dengan diberlakukannya relaksasi rasio LTV/FTV, berarti para calon konsumen properti bisa membeli properti tanpa membayar uang muka alias down payment (DP) 0 persen. Relaksasi tersebut diklaim membuat kredit properti mengalami kenaikan. Baca Juga: Survei BI Menunjukkan Keyakinan Konsumen Berlanjut di Bulan Maret 2021
Perry bersyukur bahwa kredit properti menunjukkan angka positif, dimana masyarakat mulai berani membeli properti. Sebab, sebelumnya kredit properti sempat madek akibat dampak pandemi Covid-19.
"Alhamdulilah kredit properti sudah mulai naik, karena kami bebaskan, mau beli apartemen dua silakan, tiga silakan. Makanya sekarang keliatan kredit perumahan sudah mulai naik," ujar Perry dalam acara Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional Temu Stakeholders di Bali, Jumat (9/4/2021).
Meskipun kredit properti mengalami kenaikan belakangan ini, Perry mengatakan bahwa pertumbuhan properti secara nasional belum begitu kuat. Namun, dalam kondisi pemulihan ini dia yakin hal itu bisa ikut mendorong pemulihan ekonomi. Baca Juga: 3 Wirid yang Selalu Diamalkan Para Wali
"Memang belum kuat, tapi sudah membelok ke atas, tidak turun lagi. Jadi koordinasi KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) untuk mendorong kredit, mulai naik," tegasnya.
(fai)
Lihat Juga :