Bank Indonesia Sebut Kredit Korporasi Mengalami Peningkatan
Jum'at, 16 April 2021 - 14:30 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono mengatakan kebutuhan pembiayaan korporasi pada Maret 2021 terindikasi meningkat. Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kebutuhan pembiayaan korporasi pada Maret 2021 sebesar 16,6%, meningkat dibandingkan dengan SBT pada Februari 2021 yakni 8,2%.
"Peningkatan kebutuhan pembiayaan terutama disampaikan oleh responden pada sektor Industri Pengolahan, Perdagangan, Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Konstruksi, serta Reparasi Mobil dan Motor," kata Erwin di Jakarta, Jumat (16/4/2021).
Baca Juga: Napak Tilas Gus Dur Kibarkan Islam di Eropa Bisa Jadi Peluang Halal Tourism Diaspora Santri
Dari sisi penawaran perbankan, penyaluran kredit baru pada Maret 2021 terindikasi lebih tinggi dibandingkan dengan Februari 2021. Berdasarkan kelompok bank, meningkatnya penyaluran kredit baru pada Maret 2021 diprakirakan terjadi pada seluruh kategori bank dan untuk seluruh jenis kredit.
"Dengan perkembangan tersebut, penyaluran kredit baru diperkirakan tumbuh positif untuk keseluruhan Triwulan I 2021, terindikasi dari SBT perkiraan penyaluran kredit baru sebesar 52,9%," kata dia.
"Peningkatan kebutuhan pembiayaan terutama disampaikan oleh responden pada sektor Industri Pengolahan, Perdagangan, Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Konstruksi, serta Reparasi Mobil dan Motor," kata Erwin di Jakarta, Jumat (16/4/2021).
Baca Juga: Napak Tilas Gus Dur Kibarkan Islam di Eropa Bisa Jadi Peluang Halal Tourism Diaspora Santri
Dari sisi penawaran perbankan, penyaluran kredit baru pada Maret 2021 terindikasi lebih tinggi dibandingkan dengan Februari 2021. Berdasarkan kelompok bank, meningkatnya penyaluran kredit baru pada Maret 2021 diprakirakan terjadi pada seluruh kategori bank dan untuk seluruh jenis kredit.
"Dengan perkembangan tersebut, penyaluran kredit baru diperkirakan tumbuh positif untuk keseluruhan Triwulan I 2021, terindikasi dari SBT perkiraan penyaluran kredit baru sebesar 52,9%," kata dia.
Lihat Juga :