Jadi Menteri Investasi, Pengusaha Nilai Bahlil Lahadalia Mumpuni

Kamis, 29 April 2021 - 10:34 WIB
loading...
Jadi Menteri Investasi, Pengusaha Nilai Bahlil Lahadalia Mumpuni
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang menilai, Bahlil Lahadalia sangat mumpuni dan sangat tepat dilantik menjadi Menteri Investasi. Pasalnya, selama menjadi Kepala BKPM, Bahlil memiliki kinerja yang sangat bagus dan positif.

Menurut dia, di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19, target investasi tahun 2020 mampu melampaui target, dari Rp817,2 triliun menjadi Rp826,3 triliun. Selain itu, banyak investasi yang mangkrak di daerah sekarang sudah berjalan.

Baca juga:Bahlil Jadi Menteri Investasi, Gairah Investor Membuncah Masuk RI

"Pak Bahlil juga sangat aktif melobi investor-investor besar untuk masuk ke Indonesia, termasuk berbagai peraturan pemerintah dan peraturan presiden turunan dari UU Cipta Kerja yang juga sudah rampung," ujar Sarman dalam keterangan tertulis, Kamis (29/4/2021).

Dia melanjutkan, dunia usaha sangat menaruh harapan besar terhadap institusi baru ini, secara khususnya dari sisi kelancaran dan kepastian perizinan yang cepat, tepat dan akurat berbasis digital sebagaimana diharapkan dalam UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Perizinan yang pasti dari pusat sampai ke daerah akan mampu menarik investor masuk ke Indonesia. "Pengusaha dan calon investor harus dapat merasakan kehadiran Kementerian Investasi ini yang mampu menjawab kendala dan kegalauan pelaku usaha selama ini dan menaikkan daya saing kita ketika pelayanan berbagai perizinan sudah mengalami perubahan yang mendasar," jelasnya.

Baca juga:Picu Kerumunan, Pasar Malam di Pamulang Dibubarkan dan Pengelola Diamankan

Dia meyakini target investasi tahun 2021 yang dipatok sebesar Rp900 triliun di bawah kepemimpinan Bahlil bisa tercapai dengan pengalaman selama 1,5 tahun memimpin BKPM. Menurut dia, di tengah pertumbuhan ekonomi yang minus, investasi menjadi salah satu tumpuan dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi menuju positif dan mampu menyediakan lapangan pekerjaan.

"Pertumbuhan ekonomi tahun 2021 yang ditargetkan dikisaran 5% sampai 6%, ada kemungkinan bisa terwujud jika target investasi tercapai, konsumsi rumah tangga semakin stabil, ekspor mengalami kenaikan dan angka penyebaran Covid-19 semakin terkendali dan menurun sehingga berbagai kebijakan pembatasan diperlonggar untuk menggairahkan aktivitas berbagai sektor usaha," jelasnya.
(uka)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1736 seconds (11.252#12.26)