Operasional Kilang Balikpapan Akan Dihentikan Total
Minggu, 19 April 2020 - 19:55 WIB
loading...
A
A
A
Karena penjualan hingga Maret 2020 turun tajam, pendapatan perusahaan pun akan ikut amblas. Pertamina memproyeksikan pendapatan perusahaan tahun ini bakal turun drastis akibat anjloknya penjualan bahan bakar minyak disebabkan karena pandemi Covid-19. Prediksinya pendapatan Pertamina bakal anjlok mencapai 45% dari Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2020 yang sebesar USD58,3 miliar.
Menurut dia selain penjualan BBM terdapat dua skenario yang membuat pendapatan Pertamina terpuruk. Pertama, skenario berat dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) USD38 per barel, pendapatan perusahaan bisa turun 38% dari RKAP 2020. Sedangkan pada skenario sangat berat, ICP diasumsikan turun ke USD31 per barel dan nilai tukar rupiah Rp20.000 per dolar AS.
"Dari skenario kedua itu, pendapatan perusahan diprediksi turun hingga 45% karena penurunan ICP sangat berdampak dengan bisnis hulu pertamina, jadi luar biasa di atas 40%," kata dia.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, meskipun permintaan BBM menurun tajam, seluruh kegiatan distribusi BBM dan SPBU tetap beroperasi dengan tetap menjalankan HSSE dan protokol pencegahan Covid-19 secara ketat. Pertamina akan terus memantau perkembangan, mengingat kebutuhan BBM untuk pengiriman logistik masih berjalan, sehingga energi harus tersedia dengan aman.
"Selama Ramadhan dan Idul Fitri, Pertamina juga akan tetap mengoperasikan SPBU di seluruh jalur utama, karena kemungkinan kebutuhan BBM untuk logistik akan meningkat," tegas Fajriyah.
Menurut dia selain penjualan BBM terdapat dua skenario yang membuat pendapatan Pertamina terpuruk. Pertama, skenario berat dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) USD38 per barel, pendapatan perusahaan bisa turun 38% dari RKAP 2020. Sedangkan pada skenario sangat berat, ICP diasumsikan turun ke USD31 per barel dan nilai tukar rupiah Rp20.000 per dolar AS.
"Dari skenario kedua itu, pendapatan perusahan diprediksi turun hingga 45% karena penurunan ICP sangat berdampak dengan bisnis hulu pertamina, jadi luar biasa di atas 40%," kata dia.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, meskipun permintaan BBM menurun tajam, seluruh kegiatan distribusi BBM dan SPBU tetap beroperasi dengan tetap menjalankan HSSE dan protokol pencegahan Covid-19 secara ketat. Pertamina akan terus memantau perkembangan, mengingat kebutuhan BBM untuk pengiriman logistik masih berjalan, sehingga energi harus tersedia dengan aman.
"Selama Ramadhan dan Idul Fitri, Pertamina juga akan tetap mengoperasikan SPBU di seluruh jalur utama, karena kemungkinan kebutuhan BBM untuk logistik akan meningkat," tegas Fajriyah.
(fai)
Lihat Juga :