Kemenhub Minta Mudik Lokal juga Ditunda Dulu

Rabu, 05 Mei 2021 - 20:13 WIB
loading...
Kemenhub Minta Mudik...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Larangan mudik menyebabkan terbatasnya aktivitas warga pada musim Lebaran 2021 . Lantas, bagaimana mobilitas untuk kawasan aglomerasi atau perkotaan?

Diketahui, aglomerasi merupakan satu kawasan yang terdiri dari beberapa kabupaten atau kota, bisa dalam satu provinsi atau berbeda provinsi yang saling berbatasan. Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan, pada kawasan aglomerasi tidak ada larangan transportasi atau aktivitas.

Baca juga:Erick Thohir Bakal Suntik Mati 7 BUMN, Bagaimana Nasib Karyawannya?

“Di kawasan tersebut karena masyarakatnya masih harus beraktivitas setiap hari, kita lihat 17 Mei itu kan Lebarannya cuma dua hari ya, hari yang lain orang bekerja atau beraktivitas cari nafkah, melakukan kegiatan ekonomi. Tentu tidak bisa kita tutup kegiatan itu dengan cara melakukan pelarangan transportasi atau pelarangan aktivitas,” katanya dalam acara InspirAksi secara virtual, Rabu (5/5/2021).

Dia menjelaskan, masyarakat di kawasan ini masih boleh bepergian. Akan tetapi, pemerintah selalu mengimbau dalam situasi pandemi ada baiknya memprioritaskan kegiatan yang memang benar-benar penting.

“Bekerja, cari nafkah, mungkin itu suatu yang mandatori buat kita. Tetapi kalau seperti wisata, arisan keluarga, atau mudik, pokoknya yang punya potensi mengumpulkan orang cukup banyak meskipun di kawasan aglomerasi tolong jangan dilakukan dulu deh,” jelas Adita.

Baca juga:Blinken Sebut AS akan Terus Tekan Caracas hingga Venezuela Kembali ke Demokrasi

Sementara itu, Adita menerangkan, mudik lokal yang dilakukan di kawasan aglomerasi juga tidak disarankan. Dia menuturkan, mudik lokal merupakan terminologi masyarakat.

“Kita sendiri tidak pernah memunculkan mudik lokal, tapi mungkin asumsinya kalau di kawasan aglomerasi itu lokal. Kami selalu menekankan bahwa sekarang ini yang kita tekankan itu aktivitas mudiknya. Jadi mudik mau di kawasan aglomerasi kek, mau di luar kota, itu tahan dulu,” pungkas dia.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
Uji Coba Penertiban...
Uji Coba Penertiban Truk ODOL Bakal Dimulai 1 Juni 2026, Ini 3 Variabelnya
Pesawat Tanpa Awak dari...
Pesawat Tanpa Awak dari China Kantongi Sertifikat Layak Terbang di RI, Ini Peruntukannya
Pool Taksi Listrik Green...
Pool Taksi Listrik Green SM Disidak Kemenhub Imbas Tabrakan KRL dan Argo Bromo
Buntut Tabrakan Kereta...
Buntut Tabrakan Kereta di Bekasi, Izin Taksi Green SM Terancam Dicabut
Kebijakan WFA Berhasil...
Kebijakan WFA Berhasil Urai Kepadatan Mudik hingga 17,94 Persen
Kasus DJKA, KPK Telusuri...
Kasus DJKA, KPK Telusuri Dugaan Penerimaan Gratifikasi di Kemenhub
Kasus Korupsi Pengadaan...
Kasus Korupsi Pengadaan Jalur Kereta Api, KPK Panggil 3 ASN Kemenhub
Prabowo Pangkas Tarif...
Prabowo Pangkas Tarif Ojol 10%, DPR: Patut Ditindaklanjuti Kemenhub dan Aplikator
Rekomendasi
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.200 Meter di Atas Puncak
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Veloz Hybrid EV Keliling...
Veloz Hybrid EV Keliling Sulawesi 40 Hari Nonstop, Untuk Apa?
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved