Kantongi Rp929 Miliar, Laba Kuartal I/2021 Pupuk Indonesia 104% di Atas Target
Kamis, 06 Mei 2021 - 15:31 WIB
loading...
PT Pupuk Indonesia (Persero) membukukan laba sebesar Rp929 miliat di kuartal I/2021. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) sepanjang kuartal I/2021 sukses mencatatkan kinerja positif dimana hingga Maret 2021, perseroan mencatatkan laba sebesar Rp929 miliar, atau 104% dari target RKAP. Capaian laba ini antara lain didorong oleh peningkatan efisiensi beban usaha dan beban keuangan.
"Ini antara lain didorong oleh efisiensi konsumsi bahan baku gas, serta meningkatnya penjualan produk non pupuk, dan produk pupuk non komersial," ungkap Direktur Keuangan dan Investasi Pupuk Indonesia Eko Taufik Wibowo dalam siaran pers, Kamis (6/5/2021).
Baca Juga: Dinilai Sukses Berdayakan Masyarakat, Pupuk Indonesia Sabet Tiga Penghargaan TOP CSR 2021
Menurut Eko, penurunan beban usaha ini didorong oleh upaya-upaya efisiensi yang dilakukan perusahaan, terutama dalam hal pengelolaan piutang, penurunan beban bunga, serta efisiensi di berbagai bidang, termasuk efisiensi rantai pasok (supply chain). "Salah satunya melalui program reposisi gudang guna menekan biaya distribusi," jelasnya.
Dari sisi penjualan, hingga Maret 2021, Pupuk Indonesia mencatat volume penjualan sebesar 3,3 juta ton. Sebagaimana amanah pemerintah, Pupuk Inodonesia selalu memprioritaskan kebutuhan pupuk dalam negeri, terutama pupuk bersubsidi dimana total penyaluran hingga Maret sudah mencapai 1,93 juta ton, dan akan meningkat lagi memasuki musim tanam ini.
Selebihnya adalah penjualan untuk produk non pupuk dan produk non komersial. Sedangkan total produksi untuk semua jenis pupuk mencapai 4,93 juta ton, atau 107% dari target RKAP.
"Kehandalan pabrik juga turut berkontribusi terhadap efisiensi karena pabrik dapat beroperasi optimal sehingga menekan rasio konsumsi bahan baku gas," tambah Eko.
"Ini antara lain didorong oleh efisiensi konsumsi bahan baku gas, serta meningkatnya penjualan produk non pupuk, dan produk pupuk non komersial," ungkap Direktur Keuangan dan Investasi Pupuk Indonesia Eko Taufik Wibowo dalam siaran pers, Kamis (6/5/2021).
Baca Juga: Dinilai Sukses Berdayakan Masyarakat, Pupuk Indonesia Sabet Tiga Penghargaan TOP CSR 2021
Menurut Eko, penurunan beban usaha ini didorong oleh upaya-upaya efisiensi yang dilakukan perusahaan, terutama dalam hal pengelolaan piutang, penurunan beban bunga, serta efisiensi di berbagai bidang, termasuk efisiensi rantai pasok (supply chain). "Salah satunya melalui program reposisi gudang guna menekan biaya distribusi," jelasnya.
Dari sisi penjualan, hingga Maret 2021, Pupuk Indonesia mencatat volume penjualan sebesar 3,3 juta ton. Sebagaimana amanah pemerintah, Pupuk Inodonesia selalu memprioritaskan kebutuhan pupuk dalam negeri, terutama pupuk bersubsidi dimana total penyaluran hingga Maret sudah mencapai 1,93 juta ton, dan akan meningkat lagi memasuki musim tanam ini.
Selebihnya adalah penjualan untuk produk non pupuk dan produk non komersial. Sedangkan total produksi untuk semua jenis pupuk mencapai 4,93 juta ton, atau 107% dari target RKAP.
"Kehandalan pabrik juga turut berkontribusi terhadap efisiensi karena pabrik dapat beroperasi optimal sehingga menekan rasio konsumsi bahan baku gas," tambah Eko.
Lihat Juga :