Terungkap! Warga Singapura Ternyata Doyan Minum Teh Asal Indonesia

loading...
Terungkap! Warga Singapura Ternyata Doyan Minum Teh Asal Indonesia
Ilustrasi. FOTO/IST
JAKARTA - Pemerintah terus berupaya mendorong para pelaku usaha perkebunan untuk dapat meningkatkan kualitas dan inovasi hasil olahan untuk komoditas ekspor perkebunan yang bermutu baik dan berdaya saing. Salah satunya ialah ekspor produk olahan biji teh ke luar negeri. Seperti misalnya, komoditas teh asal Jawa Barat, Arafatea saat ini sedang giat melakukan ekspor hasil olahan biji teh ke Singapura yang gemar mengonsumsi teh dari Indonesia.

Baca Juga: Boleh Kok Mudik Naik Kereta, Asalkan Jenguk Keluarga Sakit di Kampung

Pemilik Arafatea Ifah mengatakan bahwa pihaknya saat ini terus melakukan variasi olahan teh yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, seperti teh jeruk (orange tea), cokelat teh hijau (greentea chocolate), teh biji cokelat (cacao nips tea), greentea rice cracker, teh bunga (flower tea), teh putih (white tea), teh hitam (blacktea), teh genmaicha, Matcha Latte / Greentea Latte, teh hijau pandan (pandan greentea), hingga kosmetik/skincare greentea face mask, greentea face soap, bodylotion, dan bantal leher teh (healty neck pillow) serta produk lainnya.

Adapun Arafatea, teh biji cokela telah dikembangkan sejak tahun 2019. Berawal dari silaturahmi antara petani teh dengan petani kakao sehingga saling terjalin kerjasama yang baik dan saling mendukung dalam bentuk sebuah prodak olahan kolaborasi teh dan cokelat. "Sinergi teh dan kakao merupakan terobosan baru, karena itu asli teh dan kakao Indonesia, memakai teh premium blactea ortodok dari kebun Malabar di Pangalengan. Arafatea bekerjasama dengan petani kakao, Bapak Asep, asal Pangandaran, berupa biji kakao yang sudah di fermentasi kering, di bakar atau sanggrai," kata Ifah di Jakarta, Jumat (7/5/2021).



Baca Juga: Mau Lolos Seleksi CPNS & PPPK 2021? Intip Bocorannya

Ifah menambahkan, dari hulu ke hilir dikerjakan oleh kelompok tani dan inovasi oleh Arafatea. "Sudah satu kali ekspor ke Singapura sebanyak 20.000 botol pada bulan Desember tahun 2020," imbuhnya. Tentunya di masa pandemi ini, para pelaku usaha perkebunan dihadapkan dengan berbagai tantangan. Namun hal itu tidak melonggarkan semangat dan tetap terus berupaya. Lanjut Ifah, dengan adanya covid ini tentunya pasti terdampak, baik dari segi marketing maupun produksi menjadi tersendat. Namun kita ubah tantangan itu menjadi anugerah untuk selalu berkarya. "Di awal tahun ini kita punya program mall to mall dan meningkatkan jual online," kata dia.
(nng)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top