Indef Sebut GoTo Bukan Ancaman, Bisa Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
Kamis, 20 Mei 2021 - 20:51 WIB
loading...
A
A
A
”Untuk impor masih akan jadi ancaman. Jadi kan konsumen e-Commerce atau digital itu price oriented consumer. Karakter seperti ini selalu incar barang murah. Memang layanan cross border ditutup tapi yang jadi masalah bukan itu. Banyak juga seller Indonesia tapi jual barang impor. Mereka impor dari logistik biasa terus dijual lagi dengan harga murah,” ungkapnya.
Seharusnya, kata dia, dari pemerintah terutama Kementerian Koperasi dan UMKM bisa memberikan solusi supaya UMKM lokal bisa bersaing dengan barang impor. Produk lokal kurang bisa bersaing dari sisi harga karena terkait dengan kapasitas produksi yang memengaruhi biaya produksi.
Baca Juga: GoTo Bukan Ancaman, Indef: Terlalu Jauh Menyamakan dengan Dominasi Alibaba di China
”Misalnya batik dari China murah sekali bisa Rp30 ribu sedangkan batik dari Indonesia dijual Rp90 ribu sampai Rp150 ribu. Distribusi logistik juga termasuk. Biaya pengiriman dari China lebih murah ke Jakarta ketimbang biaya dari Sidoarjo ke Jakarta. Ini harus dituntaskan juga masalah biaya pengiriman yang tidak efisien,” tuturnya.
Maka Nailul berharap kehadiran GoTo bisa turut membantu menuntaskan persoalan ini dan UMKM bisa turut berpartisipasi di dalamnya sehingga bisa meningkatkan persaingan. "Kolaborasi mereka (GoTo) itu pasti akan ada efisiensi, biaya akan dihemat. Ada layanan Gojek dan Tokopedia , satu fungsi dan satu tujuan,” harapnya.
Dengan begitu maka diharapkan biaya logistik juga akan lebih murah dan UMKM akan merasa sangat terbantu. ”Saya sih harapannya pelaku UMKM mendapatkan layanan finansial GoTo untuk bisa beralih dari masyarakat unbank menjadi bankable. Saya harap mereka juga bisa meningkatkan literasi keuangan dan inklusi keuangan secara umum,” ujarnya.
Seharusnya, kata dia, dari pemerintah terutama Kementerian Koperasi dan UMKM bisa memberikan solusi supaya UMKM lokal bisa bersaing dengan barang impor. Produk lokal kurang bisa bersaing dari sisi harga karena terkait dengan kapasitas produksi yang memengaruhi biaya produksi.
Baca Juga: GoTo Bukan Ancaman, Indef: Terlalu Jauh Menyamakan dengan Dominasi Alibaba di China
”Misalnya batik dari China murah sekali bisa Rp30 ribu sedangkan batik dari Indonesia dijual Rp90 ribu sampai Rp150 ribu. Distribusi logistik juga termasuk. Biaya pengiriman dari China lebih murah ke Jakarta ketimbang biaya dari Sidoarjo ke Jakarta. Ini harus dituntaskan juga masalah biaya pengiriman yang tidak efisien,” tuturnya.
Maka Nailul berharap kehadiran GoTo bisa turut membantu menuntaskan persoalan ini dan UMKM bisa turut berpartisipasi di dalamnya sehingga bisa meningkatkan persaingan. "Kolaborasi mereka (GoTo) itu pasti akan ada efisiensi, biaya akan dihemat. Ada layanan Gojek dan Tokopedia , satu fungsi dan satu tujuan,” harapnya.
Dengan begitu maka diharapkan biaya logistik juga akan lebih murah dan UMKM akan merasa sangat terbantu. ”Saya sih harapannya pelaku UMKM mendapatkan layanan finansial GoTo untuk bisa beralih dari masyarakat unbank menjadi bankable. Saya harap mereka juga bisa meningkatkan literasi keuangan dan inklusi keuangan secara umum,” ujarnya.
(tri)
Lihat Juga :