Ampuh, Survei Menunjukkan Pelatihan Prakerja Menggerus Jumlah Pengangguran

Jum'at, 21 Mei 2021 - 05:50 WIB
loading...
Ampuh, Survei Menunjukkan...
Lembaga survei Cyrus Network merilis hasil survei terhadap penerima program Kartu Prakerja. Hasilnya, terjadi penurunan jumlah penerima program yang menganggur setelah mengikuti program Kartu Prakerja. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Lembaga survei Cyrus Network merilis hasil survei yang dilakukan terhadap penerima program Kartu Prakerja . Hasilnya, terjadi penurunan jumlah penerima program yang menganggur setelah mengikuti program Kartu Prakerja.

“Jika dilihat dari status responden sebelum dan sesudah mengikuti program pelatihan. 56% responden sebelum mengikuti pelatihan mengaku belum bekerja. Kini setelah mengikuti pelatihan, jumlahnya berkurang menjadi 39,8%,” kata Direktur Riset Cyrus Network, Fadhli MR dalam pemaparan hasil survei tentang Persepsi Penerima Program Terhadap Penyelenggaraan Program Kartu Prakerja yang diselenggarakan secara virtual.

Baca Juga: Insentif Kartu Prakerja Telat, Ini Penjelasan Manajemen

Fadhli menjelaskan, terjadinya pengurangan angka pengangguran setelah mengikuti program pelatihan Kartu Prakerja, berdampak pada meningkatnya jumlah alumni yang bekerja dan berwirausaha.

“Sebelum mengikuti pelatihan sebanyak 31,4% penerima program Kartu Prakerja mengaku berstatus bekerja kemudian meningkat menjadi 34,6% penerima yang bekerja setelah mengikuti program. Sedangkan untuk yang berwirausaha juga terjadi peningkatan, yang sebelumnya 12,6 % naik menjadi 25,6%,” jelas Fadhli.

Hasil survei Cyrus Network juga menunjukan bahwa mayoritas responden menilai Program Kartu Prakerja ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan setuju jika pemerintah melanjutkan program ini.

“Temuan survei juga menunjukkan, 96,8% responden menyatakan bahwa orang-orang di sekitarnya memerlukan Program Kartu Prakerja dan 98,4% setuju jika pemerintah melanjutkan program tersebut,” ujarnya.

Alasannya, menurut temuan survei Cyrus Network, mayoritas responden menilai program Kartu Prakerja secara umum bermanfaat bagi mereka. Karena pelatihan yang diberikan bisa menambah pengetahun dan keterampilan.

“66,4% responden setuju dan 32,5% sangat setuju bahwa program Kartu Prakerja secara umum (pelatihan dan insentif) bermanfaat bagi mereka. 98,2% responden mengaku setuju bahwa pelatihan Kartu Prakerja menambah pengetahuan dan 96% responden mengaku setuju pelatihan Kartu Prakerja menambah keterampilan mereka,” kata Fadhli.

Survei yang dilakukan oleh Cyrus Network ini dilaksanakan pada 1-5 Mei 2021 dengan menggunakan metode telesurvei.

"Mengingat masih pandemi, dan tersedianya data nomor telepon populasi penerima program dari pihak Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja yang bisa kami gunakan untuk kerangka sampling, maka kami memilih melakukan telesurvei," papar Fadhli.

Dari data yang tersedia, diambil 2.000 responden secara acak menggunakan metode simple random sampling. Margin of error survei ini +/- 2,24% pada tingkat kepercayaan sebesar 95%.

Baca Juga: Menko Airlangga Sebut Penerima Program Kartu Prakerja adalah Calon Pahlawan

Merespons survei tersebut, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksanaan Program Kartu Prakerja, Deni Puspa Purbasari mengungkapkan, hasil survei tersebut sejalan dengan evaluasi yang dilakukan pihaknya dan beberapa lembaga lainnya.

Meskipun hasilnya baik, beberapa temuan survei ini lanjutnya, akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pelatihan maupun mekanisme kepesertaan program ini ke depannya. "Kami akan terus melakukan inprovement," tambahnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kondisi Angkatan Kerja...
Kondisi Angkatan Kerja RI: 7,2 Juta Pengangguran, 98,58 Juta Bekerja Penuh Waktu, Freelance 38,35 Juta
Mengatasi Pengangguran...
Mengatasi Pengangguran lewat Peningkatan Kompetensi Profesional Indonesia
Gempur Angka Pengangguran,...
Gempur Angka Pengangguran, TOP Buka Peluang Kerja bagi 1.200 Mitra Driver
Ketua Kadin Anindya...
Ketua Kadin Anindya Bakrie Menyoroti Tingginya Angka Pengangguran Usia Muda
Imbas AI, 23 Juta Orang...
Imbas AI, 23 Juta Orang Penduduk Bumi Terancam Jadi Pengangguran
Tanda Bahaya Ekonomi...
Tanda Bahaya Ekonomi Terbesar Eropa, Pengangguran Jerman Tertinggi dalam 10 Tahun
Ketum IDI Prediksi 5-10...
Ketum IDI Prediksi 5-10 Tahun Mendatang Terjadi Pengangguran Intelektual Dokter
Ekonomi China Melambat,...
Ekonomi China Melambat, Generasi Muda Hadapi Pengangguran dan Tekanan Hidup
BSKDN Kembangkan Instrumen...
BSKDN Kembangkan Instrumen untuk Ukur Kinerja Pemda Turunkan Pengangguran
Rekomendasi
Lawan Tawuran dan Bullying,...
Lawan Tawuran dan Bullying, Pemkot Jakpus-MNC Peduli Bina 1.725 Anggota PMR
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Struktur Kabupaten dan...
Struktur Kabupaten dan Kota Selesai, DPW Perindo Bengkulu Matangkan Verpol 2027
Berita Terkini
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Infografis
Jadi Jantung Ekonomi...
Jadi Jantung Ekonomi RI, Jumlah Kelas Menengah Turun Drastis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved