Perkuat Industri Petrokimia, Mandiri dan Chandra Asri Teken Fasilitas Kredit Rp5 Triliun
Sabtu, 12 Juni 2021 - 17:00 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menandatangani kerja sama fasilitas pembiayaan berskema term loan dan account receivables financing baru senilai total ekuivalen Rp5 triliun pada akhir pekan lalu. Pembiayaan ini akan digunakan untuk membiayai operasional harian perusahaan serta mendukung modal kerja Chandra Asri.
Dari nilai tersebut, fasilitas term loan yang diberikan Bank Mandiri senilai 280 juta dolar AS atau sekitar Rp4 triliun (kurs Rp14.285 per dolar AS) dengan tenor selama tujuh tahun. Selain itu, untuk fasilitas account receivables financing, total limit yang diberikan sebesar Rp1 triliun dengan tenor dua tahun.
Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Susana Indah Kris Indriati, menjelaskan, pembiayaan tersebut menjadi bentuk implementasi Bank Mandiri untuk menyasar sektor industri petrokimia menjadi salah satu sektor andalan, sebagai bentuk dukungan dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, sambil terus mengedepankan prinsip kehati-hatian. “Dukungan ini juga menjadi bukti realisasi keinginan Bank Mandiri untuk menjadi mitra finansial utama pilihan nasabah dengan berbagai produk keuangan utama, termasuk di dalamnya untuk mendukung transaksi harian nasabah,” ujar Susana dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/6/2021).
Susana menambahkan, ke depan Bank Mandiri akan terus menggali potensi kredit di sektor-sektor prospek positif lainnya seperti Fast Moving Consumer Goods (FMCG), perkebunan sawit dan CPO, energi serta konstruksi. "Tak hanya itu, kami juga menyasar bisnis-bisnis potensial di kantor-kantor wilayah sebagai salah satu bentuk mitigasi Bank Mandiri untuk membantu agenda pemulihan Ekonomi Nasional,” ucapnya.
Baca Juga: Mau Beli Emas Antam di Akhir Pekan? Ini Rincian Harganya
Dari nilai tersebut, fasilitas term loan yang diberikan Bank Mandiri senilai 280 juta dolar AS atau sekitar Rp4 triliun (kurs Rp14.285 per dolar AS) dengan tenor selama tujuh tahun. Selain itu, untuk fasilitas account receivables financing, total limit yang diberikan sebesar Rp1 triliun dengan tenor dua tahun.
Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Susana Indah Kris Indriati, menjelaskan, pembiayaan tersebut menjadi bentuk implementasi Bank Mandiri untuk menyasar sektor industri petrokimia menjadi salah satu sektor andalan, sebagai bentuk dukungan dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, sambil terus mengedepankan prinsip kehati-hatian. “Dukungan ini juga menjadi bukti realisasi keinginan Bank Mandiri untuk menjadi mitra finansial utama pilihan nasabah dengan berbagai produk keuangan utama, termasuk di dalamnya untuk mendukung transaksi harian nasabah,” ujar Susana dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/6/2021).
Susana menambahkan, ke depan Bank Mandiri akan terus menggali potensi kredit di sektor-sektor prospek positif lainnya seperti Fast Moving Consumer Goods (FMCG), perkebunan sawit dan CPO, energi serta konstruksi. "Tak hanya itu, kami juga menyasar bisnis-bisnis potensial di kantor-kantor wilayah sebagai salah satu bentuk mitigasi Bank Mandiri untuk membantu agenda pemulihan Ekonomi Nasional,” ucapnya.
Baca Juga: Mau Beli Emas Antam di Akhir Pekan? Ini Rincian Harganya
Lihat Juga :