Didukung Kearifan Lokal, RI Bisa Jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia
Senin, 28 Juni 2021 - 19:40 WIB
loading...
A
A
A
“Masyarakat kita mengenal istilah maro, yaitu bagi hasil di mana masing-masing pihak mendapatkan separuh bagian. Ada juga istilah mertelu yang tidak hanya dikenal di Jawa, namun juga di Sumatera Utara, Bali, Nusa Tenggara dan beberapa daerah lain, di mana baik keuntungan ataupun kerugian dibagi tiga, atau pihak pengelola mendapatkan hak sepertiga dari yang didapat,” paparnya.
Dengan banyaknya kearifan lokal yang sejalan dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, menurutnya seharusnya tidak ada alasan lagi bagi Indonesia untuk tidak bertumbuh dan berkembang menjadi pusat perekonomian sekaligus keuangan syariah dunia.
baca juga: Kemenkes Tegaskan Covid-19 Varian Lambda Belum Masuk Indonesia
Dia menambahkan, kenyataan ini harus disadari betul oleh para pelaku industri keuangan syariah nasional agar tidak kehilangan semangat dan terus terpacu untuk berkembang lebih maksimal lagi.
“Selain pendekatan agama dan juga budaya tadi, industri syariah kita juga telah ditopang oleh kuatnya jaringan industri keuangan yang telah tersebar ke seluruh pelosok Tanah Air. Dengan semua data dan fakta tersebut, maka pada dasarnya potensi industri keuangan syariah kita demikian besar. Tinggal kemudian seberapa mampu kita semua memaksimalkannya,” tandasnya.
Dengan banyaknya kearifan lokal yang sejalan dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, menurutnya seharusnya tidak ada alasan lagi bagi Indonesia untuk tidak bertumbuh dan berkembang menjadi pusat perekonomian sekaligus keuangan syariah dunia.
baca juga: Kemenkes Tegaskan Covid-19 Varian Lambda Belum Masuk Indonesia
Dia menambahkan, kenyataan ini harus disadari betul oleh para pelaku industri keuangan syariah nasional agar tidak kehilangan semangat dan terus terpacu untuk berkembang lebih maksimal lagi.
“Selain pendekatan agama dan juga budaya tadi, industri syariah kita juga telah ditopang oleh kuatnya jaringan industri keuangan yang telah tersebar ke seluruh pelosok Tanah Air. Dengan semua data dan fakta tersebut, maka pada dasarnya potensi industri keuangan syariah kita demikian besar. Tinggal kemudian seberapa mampu kita semua memaksimalkannya,” tandasnya.
(ind)
Lihat Juga :