Agar Ekonomi Tak Kian Semaput, Perpanjangan PPKM Darurat Harus All Out

loading...
Agar Ekonomi Tak Kian Semaput, Perpanjangan PPKM Darurat Harus All Out
Foto/ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Pemerintah diminta memaksimalkan perpanjangan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat agar tidak berlarut-larut apabila jadi diberlakukan. Dengan demikian upaya menekan laju pandemi dapat dilakukan semaksimal mungkin.

"Karena kalau tidak maksimal pengetatan dan pengendaliannya, kita khawatirkan akan jadi berlarut-larut. Sehingga kalo sampai berlarut-larut pengetatannya, maka dampak buruk ekonominya akan jauh lebih besar," kata Faisal saat dihubungi MNC Portal, Selasa (13/7/2021).

Baca juga:Rixx Dadali Alami Sesak Napas dan Tak Dapat Kamar di Rumah Sakit Sebelum Meninggal

Seperti diketahui, kasus Covid-19 di Indonesia sudah tembus 2,5 juta orang, dengan kasus aktif yang terus meningkat kisaran 30-40 ribuan per hari. Hingga Senin (12/7), Kemenkes mengonfirmasi ada tambahan 40.427 kasus baru.



Lonjakan kasus virus mematikan ini menurut Faisal perlu dilihat dari sisi upaya vaksinasi massal. Menurutnya, pemerintah perlu mengejar kekebalan komunitas/herd immunity sampai akhir tahun, bahkan sebelum akhir tahun.

"Dari sisi vaksinasi, harus dikejar tahun ini juga, bahkan sebelum akhir tahun, karena kalau sudah masuk 2022, tantangannya akan lebih besar," ungkapnya.

Baca juga:Ini Tips bagi Orang Tua untuk Bangun Motivasi Belajar Anak

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan skenario perpanjangan PPKM darurat hingga 4-6 minggu. Skenario itu dilakukan mengingat semakin meningkatnya angka infeksi.

"Kalau pengetatan bisa efektif, walaupun berdarah-darah ekonominya, selama pembatasannya efektif dan membuat angka infeksi turun, maka ekonomi juga bisa berjalan lagi," kata Faisal.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top