Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV Bergantung pada Efektivitas PPKM Level 4
Jum'at, 23 Juli 2021 - 18:29 WIB
loading...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ekonom senior Fadhil Hasan menyatakan, perpanjangan masa PPKM darurat yang saat ini sudah berganti menjadi PPKM Level 4 akan membuat pertumbuhan ekonomi di triwulan III tahun 2021 ini terkoreksi hingga 5%. Malahan, jika PPKM Level 4 belum efektif bisa memberikan tekanan ekonomi pada triwulan IV.
Baca juga:Indonesia Disebut akan Beli Lebih Banyak Jet Latih KAI T-50 dari Korea Selatan
"Saya kira akan masuk akal pada triwulan III-2021 pertumbuhan ekonomi terpangkas tajam, lebih dari prediksi di angka 4% atau 5%. Jika dengan Level 4 belum membaik, tak hanya pertumbuhan ekonomi triwulan III, bahkan triwulan berikutnya akan menghadapi tekanan," kata Fadhil Hasan melalui webinar virtual, Jumat (23/7/2021).
Fadhil mengatakan, melihat kondisi krisis akibat pandemi ini kegiatan ekonomi sangat mebutuhkan waktu yang cukup lama untuk kembali normal dengan asumsi pandemi sudah lebih baik penangananya.
"Saya memprediksi PPKM Level 4 ini akan diakhiri di akhir Juli 2021. Setelah itu saya kira pemerintah besar kemungkinan akan kembali melakukan relaksasi. Besar kemungkinan ada restriksi tapi tidak akan seketat sebelumnya," ujarnya.
Baca juga:Indonesia Disebut akan Beli Lebih Banyak Jet Latih KAI T-50 dari Korea Selatan
"Saya kira akan masuk akal pada triwulan III-2021 pertumbuhan ekonomi terpangkas tajam, lebih dari prediksi di angka 4% atau 5%. Jika dengan Level 4 belum membaik, tak hanya pertumbuhan ekonomi triwulan III, bahkan triwulan berikutnya akan menghadapi tekanan," kata Fadhil Hasan melalui webinar virtual, Jumat (23/7/2021).
Fadhil mengatakan, melihat kondisi krisis akibat pandemi ini kegiatan ekonomi sangat mebutuhkan waktu yang cukup lama untuk kembali normal dengan asumsi pandemi sudah lebih baik penangananya.
"Saya memprediksi PPKM Level 4 ini akan diakhiri di akhir Juli 2021. Setelah itu saya kira pemerintah besar kemungkinan akan kembali melakukan relaksasi. Besar kemungkinan ada restriksi tapi tidak akan seketat sebelumnya," ujarnya.
Lihat Juga :