Erick Thohir Dorong Peremajaan Lahan Bekas Tambang

Rabu, 28 Juli 2021 - 14:35 WIB
loading...
Erick Thohir Dorong Peremajaan Lahan Bekas Tambang
Menteri BUMN Erick Thohir. FOTO/MNC Media
A A A
JAKARTA - Menteri BUMN, Erick Thohir meminta, agar perusahaan pertambangan melakukan peremajaan lahan bekas tambang usai dieksploitasi. Permintaan tersebut untuk menjaga ekosistem wisata alam Indonesia.

Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa besar. Sumber daya itu, kata dia, merupakan wisata alam yang menjadi kekuatan Indonesia di masa akan datang. Karenanya, mining industry harus diimbangi dengan upaya replanting.

"Tidak kalah pentingnya juga, bahwa bagaimana kita punya kekayaan alam yang luar biasa. Kita masih berdasarkan mining industry pada hari ini, tetapi kembali kita juga harus moving power, apa tadi, bagaimana bekas-bekas tambang ini harus replanting," ujar Erick, Rabu (28/7/2021).

Baca Juga: Susun Peta Jalan, Erick Tohir Pastikan Holding Geothermal Jalan Terus

Erick menegaskan, pentingnya menjadikan bekas tambang sebagai satu ekosistem yang sehat. "Kita harus tanam kembali menjadi ekosistem yang sehat, apalagi yang namanya wisata alam kedepan menjadi kekuatan sendiri buat Indonesia dengan tadi, kekuatan kita (negara) kepulauan dan lain-lain," katanya.

Disisi lain, pemerintah tengah menggaungkan gagasan hidup ramah lingkungan atau eco lifestyle untuk mendukung implementasi energi baru terbarukan (EBT) dengan membentuk holding geothermal energi. Untuk memastikan gagasan tersebut dapat direalisasikan, pemegang saham meminta setiap peta jalan atau roadmap perusahaan pelat merah akan berfokus pada gagasan tersebut.

Baca Juga: Erick Thohir: Holding BUMN Geothermal Bakal Jadi Group Energi Terbesar di Dunia

Erick menyebut, 43 BUMN dan anak usahanya akan memiliki peta jalan masing-masing, namun tetap mendukung gagasan eco lifestyle untuk mewujudkan EBT hingga 2060 mendatang. Langkah itu sesuai dengan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Jadi sama, di seluruh anak perusahaan ataupun Holding BUMN, yang sekarang jumlahnya tinggal 43 (perusahaan) yang dulu 143, itu kita pastikan masing-masing punya roadmap untuk bagaimana mendukung keputusan yang diambil oleh Bapak Presiden," ungkapnya.

Dia menegaskan, masing-masing perusahaan harus memiliki roadmap dan mempunyai tolak ukur yang membawahi gagasan eco lifestyle. "Masing-masing harus punya roadmap ke situ dan masing-masing punya tolak ukurnya, termasuk Pertamina dan turunannya," tutur dia.
(nng)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1980 seconds (11.210#12.26)