Jelang Alih Kelola Blok Rokan, SKK Migas Mengawal Kontrak dan Suplai Berjalan Lancar
Selasa, 03 Agustus 2021 - 17:04 WIB
loading...
Menjelang peralihan wilayah kerja blok Rokan, SKK Migas terus mengawal proses peralihan agar berjalan dengan baik. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menjelang peralihan wilayah kerja blok Rokan , Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi ( SKK Migas ) terus mengawal proses peralihan agar berjalan dengan baik. Salah satu proses peralihan yang penting adalah terkait kewajiban yang ada di kontrak-kontrak pengadaan barang/jasa, termasuk di dalamnya kontrak untuk vendor lokal Riau.
Baca Juga: Transisi Lancar, Produksi Blok Rokan Diyakini Dapat Dipertahankan
Untuk ketiga kalinya SKK Migas, Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyelenggarakan kegiatan vendor day dalam rangka mengawal proses peralihan blok Rokan agar berjalan secara seamless (mulus) tanpa ada kendala yang dapat mengganggu operasional blok ini pasca alih kelola .
Plt Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas, Rudi Satwiko mengatakan, Blok Rokan memiliki sejarah panjang dalam industri hulu migas nasional. Sejak berproduksi pertama kali di tahun 1951, blok Rokan sudah 70 tahun memberikan kontribusi pembangunan.
"Blok ini pernah mencapai masa puncak kejayaan dengan produksi minyak mencapai lebih dari 700.000 barrel dan saat ini masih menjadi andalan dengan produksinya yang mencapai sekitar 160.000 barrel," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (3/8/2021).
Rudi menjelaskan, blok Rokan telah berkontribusi rata-rata 46% terhadap produksi minyak nasional, meskipun saat ini produksinya menurun menjadi 24% dari nasional. Melihat potensi di Blok Rokan yang masih menjanjikan, maka blok ini akan terus dikembangkan dan menjadi salah satu tulang punggung untuk mencapai produksi 1 juta barel di tahun 2030.
"Kegiatan ini bagus sebagai bagian upaya untuk memastikan kontrak dan suplai tetap berjalan lancar saat terjadi alih kelola dari CPI ke PHR. Kelancaran proses alih kelola membutuhkan dukungan dari perbagai pihak termasuk para penyedia barang/jasa di wilayah kerja Blok Rokan. Terima kasih saya ucapkan atas kontribuasi para vendor sehingga produksi blok Rokan dapat dijaga secara optimal," tuturnya.
Baca Juga: Transisi Lancar, Produksi Blok Rokan Diyakini Dapat Dipertahankan
Untuk ketiga kalinya SKK Migas, Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyelenggarakan kegiatan vendor day dalam rangka mengawal proses peralihan blok Rokan agar berjalan secara seamless (mulus) tanpa ada kendala yang dapat mengganggu operasional blok ini pasca alih kelola .
Plt Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas, Rudi Satwiko mengatakan, Blok Rokan memiliki sejarah panjang dalam industri hulu migas nasional. Sejak berproduksi pertama kali di tahun 1951, blok Rokan sudah 70 tahun memberikan kontribusi pembangunan.
"Blok ini pernah mencapai masa puncak kejayaan dengan produksi minyak mencapai lebih dari 700.000 barrel dan saat ini masih menjadi andalan dengan produksinya yang mencapai sekitar 160.000 barrel," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (3/8/2021).
Rudi menjelaskan, blok Rokan telah berkontribusi rata-rata 46% terhadap produksi minyak nasional, meskipun saat ini produksinya menurun menjadi 24% dari nasional. Melihat potensi di Blok Rokan yang masih menjanjikan, maka blok ini akan terus dikembangkan dan menjadi salah satu tulang punggung untuk mencapai produksi 1 juta barel di tahun 2030.
"Kegiatan ini bagus sebagai bagian upaya untuk memastikan kontrak dan suplai tetap berjalan lancar saat terjadi alih kelola dari CPI ke PHR. Kelancaran proses alih kelola membutuhkan dukungan dari perbagai pihak termasuk para penyedia barang/jasa di wilayah kerja Blok Rokan. Terima kasih saya ucapkan atas kontribuasi para vendor sehingga produksi blok Rokan dapat dijaga secara optimal," tuturnya.
Lihat Juga :