Inovasi 2 Pekerja Pertamina Berbuah Tanda Kehormatan, Ahok: Ini Luar Biasa
Rabu, 18 Agustus 2021 - 17:22 WIB
loading...
Sebagai kado Ulang Tahun ke 76 RI, 2 pekerja Pertamina menorehkan prestasi membanggakan dalam inovasi teknologi tepat guna, sehingga terpilih mendapatkan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Sebagai kado Ulang Tahun ke 76 Republik Indonesia, 2 pekerja Pertamina menorehkan prestasi membanggakan dalam inovasi teknologi tepat guna, sehingga terpilih mendapatkan penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 52/TK/Tahun 2021.
Kedua pekerja Pertamina penerima penghargaan ini bertugas pada Subholding Upstream dan telah berhasil menciptakan inovasi teknologi yang mendukung optimalisasi produktivitas di industri migas nasional sekaligus mendorong kemajuan industri dalam negeri.
Baca Juga: Pertamina Go Global, Kinerja Lapangan Minyak, Ekspor, hingga Bisnis Pelumas di Mancanegara Positif
Ardian Fandika, tercatat sebagai Senior Engineer Project Engineering di Pertamina Hulu Mahakam (PHM), berhasil memberikan dukungan teknis dalam industri pipa melalui pendekatan fitness for service sehingga meningkatkan kualitas produk pipa baja dalam negeri dan penggunaan produk dalam negeri (TKDN) dalam operasi migas.
Inovasi tersebut sudah digunakan pada proyek PHM seperti South Mahakam Gas Supply ke Kilang Balikpapan (SMGS RU-V), Jumelai dan Sisi Nubi (JSN) serta Well Connection untuk pengembangan Lapangan Tunu.
Kedua, Irawan Josodipuro yang bekerja sebagai Piping Valve Pressure Vessel Reference Specialist di PHM juga mampu menciptakan inovasi yakni metode penilaian dan kualifikasi pengujian peralatan migas berupa bejana tekan (static equipment) dan katup yang berhasil meningkatkan kualitas produk dalam negeri yang memenuhi standar internasional kompleksitas tinggi.
Kedua pekerja Pertamina penerima penghargaan ini bertugas pada Subholding Upstream dan telah berhasil menciptakan inovasi teknologi yang mendukung optimalisasi produktivitas di industri migas nasional sekaligus mendorong kemajuan industri dalam negeri.
Baca Juga: Pertamina Go Global, Kinerja Lapangan Minyak, Ekspor, hingga Bisnis Pelumas di Mancanegara Positif
Ardian Fandika, tercatat sebagai Senior Engineer Project Engineering di Pertamina Hulu Mahakam (PHM), berhasil memberikan dukungan teknis dalam industri pipa melalui pendekatan fitness for service sehingga meningkatkan kualitas produk pipa baja dalam negeri dan penggunaan produk dalam negeri (TKDN) dalam operasi migas.
Inovasi tersebut sudah digunakan pada proyek PHM seperti South Mahakam Gas Supply ke Kilang Balikpapan (SMGS RU-V), Jumelai dan Sisi Nubi (JSN) serta Well Connection untuk pengembangan Lapangan Tunu.
Kedua, Irawan Josodipuro yang bekerja sebagai Piping Valve Pressure Vessel Reference Specialist di PHM juga mampu menciptakan inovasi yakni metode penilaian dan kualifikasi pengujian peralatan migas berupa bejana tekan (static equipment) dan katup yang berhasil meningkatkan kualitas produk dalam negeri yang memenuhi standar internasional kompleksitas tinggi.
Lihat Juga :