BI: Potensi Resesi Ekonomi Global Tetap Besar

Jum'at, 29 Mei 2020 - 22:06 WIB
loading...
BI: Potensi Resesi Ekonomi...
Gedung Bank Indonesia. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang meluas ke seluruh dunia menekan perekonomian global, termasuk Indonesia. Ekonomi global diperkirakan kontraksi, begitu pula dengan pertumbuhan ekonomi domestik diperkirakan melambat.

Menghadapi perkembangan tersebut, Bank Indonesia menempuh respons bauran kebijakan untuk memitigasi risiko dampak Covid-19 terhadap perekonomian, serta bersinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan resiko resesi ekonomi global pada April 2020 tetap besar. Ini tercemin pada kontraksi berbagai indikator dini, seperti kinerja sektor manufaktur dan jasa serta indeks keyakinan konsumen dan bisnis.

"Pertumbuhan ekonomi dunia pada kuartal I 2020 di banyak negara menurun tajam sejalan meluasnya pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi seperti di China, Eropa, Jepang, Singapura, dan Filipina mengalami kontraksi, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat juga turun dalam menjadi 0,3%," kata Onny di Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Dia melanjutkan, pandemi Covid-19 memengaruhi pertumbuhan ekonomi domestik. Ekonomi Indonesia kuartal I 2020 tumbuh 2,97% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 4,97% (yoy).
Penurunan ini terutama berasal dari melambatnya ekspor jasa, khususnya pariwisata, konsumsi nonmakanan, dan investasi dengan sektor yang paling terdampak terjadi di sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR), sektor industri pengolahan, sektor konstruksi dan subsektor transportasi.

Baca: Erick: Stimulus Pemerintah Bisa Menahan Laju Pelemahan Ekonomi

"Ketahanan sektor eksternal ekonomi Indonesia tetap baik. Hal itu tercermin dari defisit transaksi berjalan kuartal I 2020 yang menurun menjadi 1,4% PDB dari 2,8% PDB pada kuartal IV 2019 dan cadangan devisa yang tetap besar," katanya.

Sambung dia, nilai tukar rupiah, kembali menguat April 2020 seiring meredanya ketidakpastian pasar keuangan global dan terjaganya kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia. Inflasi tetap rendah dan mendukung stabilitas perekonomian.

"Selain itu, kondisi likuiditas perbankan tetap memadai dan mendukung berlanjutnya penurunan suku bunga. Stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, kendati potensi risiko meluasnya penyebaran pandemi Covid-19 perlu terus diantisipasi," katanya.

Bank Indonesia menempuh berbagai respons kebijakan guna memitigasi risiko dampak Covid-19 terhadap perekonomian. Bank Indonesia terus memperkuat seluruh instrumen bauran kebijakan untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, mendukung stabilitas sistem keuangan, dan pada saat yang sama mencegah penurunan kegiatan ekonomi lebih lanjut dengan berkoordinasi erat dengan Pemerintah. OJK, LPS dan otoritas terkait lain.

"Ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan meningkat, didorong perbaikan ekonomi dunia dan dampak positif stimulus kebijakan yang ditempuh. Demikian intisari Laporan Kebijakan Moneter Kuartal I 2020 yang diterbitkan, Kamis, 28 Mei 2020," pungkasnya.
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Kurs Rupiah Ambruk ke...
Kurs Rupiah Ambruk ke Rp17.956 per Dolar AS, BI Angkat Suara
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Rekomendasi
Putra Tri Ramadani Cetak...
Putra Tri Ramadani Cetak Sejarah, Indonesia Rebut Emas Lead Pertama di World Climbing Series
Peringati Hari Laut...
Peringati Hari Laut Sedunia 2026, ASDP Bersihkan Lebih dari 13 Ton Sampah Laut dan Pesisir
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Berita Terkini
555 Angkatan Pertama...
555 Angkatan Pertama PNS Otorita IKN Resmi Dilantik, Basuki: Bangun Ibu Kota Nusantara Tak Gampang
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved