Pertamina Patra Niaga Siap Berlari Jalankan Amanah sebagai Sub Holding Commercial & Trading Pertamina
Minggu, 12 September 2021 - 13:20 WIB
loading...
Proses serah terima dokumen legal end state oleh Dirut PT Pertamina (Persero) dengan Dirut PPN SH C&T.
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga per 1 September lalu telah selesai menyelesaikan proses restrukturisasi holding sub holding dengan PT Pertamina (Persero) dengan ditandatanganinya dokumen legal (legal end-state). Melalui legal end-state tersebut, PT Pertamina Patra Niaga saat ini resmi melaksanakan tugas dan amanah selaku Sub Holding Commercial & Trading (SH C&T) dari PT Pertamina (Persero).
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T PT Pertamina (Persero), Alfian Nasution menyampaikan bahwa dengan selesainya proses legal end-state, maka Pertamina Patra Niaga siap berlari mencapai visi perusahaan yakni sebagai salah satu perusahaan energi dalam bidang commercial & trading terbesar di Kawasan Asia Pasifik, mendukung pencapaian aspirasi Pertamina 100 Miliar USD di tahun 2024.
“Sesuai dengan tujuan restrukturisasi, sebagai Sub Holding akan menjalankan peran dalam mendorong operational excellence, serta mempercepat pengembangan dan kapabilitas bisnis existing, dalam hal ini Sub Holding Commercial & Trading menjalankan peran dan tugas dalam proses penyediaan dan distribusi energi di seluruh penjuru negeri, serta memperluas dan mengambil potensi bisnis produk Petrokimia serta peluang layanan di regional,” ucap Alfian.
Dengan legal end-state, Pertamina Patra Niaga selaku SH C&T saat ini bertugas mengelola bisnis bahan bakar minyak (BBM), LPG, Avtur, serta produk Petrokimia, baik secara business to business (B2B) maupun business to customer (B2C) secara langsung. Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga turut mengelola seluruh infrastruktur Fuel Terminal, Depot LPG, Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU).
“Atas amanah ini, kita harus pastikan keandalan operasional, pasokan, dan layanan kepada masyarakat, tentunya dengan memperhatikan dan menjaga aspek HSSE dalam pelaksanaannya,” tutur Alfian.
Tidak menyia-nyiakan momentum, Alfian menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga selaku SH C&T langsung menjalankan dua (2) strategi, yakni strategi konsolidasi terkait dengan makin adaptif dan agile-nya perusahaan menyerap dan merespon pasar, serta strategi ekspansi, yakni mengambil peluang-peluang pasar untuk produk baru yang belum dimaksimalkan serta merespon dan ekspansi ke pasar regional dan internasional. Dalam mencapainya, ada enam program atau 6G yang pasca legal end-state langsung dilanjutkan, yakni Go Retail, Go Digital, Go Customer, Go Petchem, Go Solution, dan Go Expand.
“Sudah jelas melalui visi, strategi, dan program utama kami, Pertamina Patra Niaga akan lebih fokus dan agile dalam melayani kebutuhan energi masyarakat. Diharapkan, dengan fokus perusahaan yang sudah jelas ini, Pertamina Patra Niaga dapat memastikan ketersediaan energi yang mudah dan terjangkau bagi masyarakat. Kita juga harus adaptif dan menyiapkan diri terhadap proses transisi energi yang saat ini sedang terjadi dalam rangka mendukung net zero emission, ke depan kita akan kembangkan dan kuatkan bisnis kita dengan turut memprioritaskan operasional yang ramah lingkungan,” kata Alfian.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T PT Pertamina (Persero), Alfian Nasution menyampaikan bahwa dengan selesainya proses legal end-state, maka Pertamina Patra Niaga siap berlari mencapai visi perusahaan yakni sebagai salah satu perusahaan energi dalam bidang commercial & trading terbesar di Kawasan Asia Pasifik, mendukung pencapaian aspirasi Pertamina 100 Miliar USD di tahun 2024.
“Sesuai dengan tujuan restrukturisasi, sebagai Sub Holding akan menjalankan peran dalam mendorong operational excellence, serta mempercepat pengembangan dan kapabilitas bisnis existing, dalam hal ini Sub Holding Commercial & Trading menjalankan peran dan tugas dalam proses penyediaan dan distribusi energi di seluruh penjuru negeri, serta memperluas dan mengambil potensi bisnis produk Petrokimia serta peluang layanan di regional,” ucap Alfian.
Dengan legal end-state, Pertamina Patra Niaga selaku SH C&T saat ini bertugas mengelola bisnis bahan bakar minyak (BBM), LPG, Avtur, serta produk Petrokimia, baik secara business to business (B2B) maupun business to customer (B2C) secara langsung. Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga turut mengelola seluruh infrastruktur Fuel Terminal, Depot LPG, Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU).
“Atas amanah ini, kita harus pastikan keandalan operasional, pasokan, dan layanan kepada masyarakat, tentunya dengan memperhatikan dan menjaga aspek HSSE dalam pelaksanaannya,” tutur Alfian.
Tidak menyia-nyiakan momentum, Alfian menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga selaku SH C&T langsung menjalankan dua (2) strategi, yakni strategi konsolidasi terkait dengan makin adaptif dan agile-nya perusahaan menyerap dan merespon pasar, serta strategi ekspansi, yakni mengambil peluang-peluang pasar untuk produk baru yang belum dimaksimalkan serta merespon dan ekspansi ke pasar regional dan internasional. Dalam mencapainya, ada enam program atau 6G yang pasca legal end-state langsung dilanjutkan, yakni Go Retail, Go Digital, Go Customer, Go Petchem, Go Solution, dan Go Expand.
“Sudah jelas melalui visi, strategi, dan program utama kami, Pertamina Patra Niaga akan lebih fokus dan agile dalam melayani kebutuhan energi masyarakat. Diharapkan, dengan fokus perusahaan yang sudah jelas ini, Pertamina Patra Niaga dapat memastikan ketersediaan energi yang mudah dan terjangkau bagi masyarakat. Kita juga harus adaptif dan menyiapkan diri terhadap proses transisi energi yang saat ini sedang terjadi dalam rangka mendukung net zero emission, ke depan kita akan kembangkan dan kuatkan bisnis kita dengan turut memprioritaskan operasional yang ramah lingkungan,” kata Alfian.
Lihat Juga :