Tingkatkan Daya Saing dan Kesejahteraan UMKM Perempuan, Digitalisasi Kuncinya
Kamis, 30 September 2021 - 20:55 WIB
loading...
A
A
A
“Pengembangan UMKM merupakan salah satu fokus dari program Sampoerna untuk Indonesia. Harapan kami, SAPA dapat menjadi platform untuk memberikan UMKM keterampilan praktis agar mereka bisa tetap produktif dan memiliki daya saing di tengah pukulan pandemi Covid-19,” kata Kepala Urusan Eksternal, PT HM Sampoerna Tbk., Ishak Danuningrat.
Menurut Ishak, SAPA hadir untuk memberi perhatian lebih bagi pelaku UMKM perempuan. “UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia, dan lebih dari 60 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan,” tambahnya.
Pada sesi pelatihan pertama, Trias Puspita Hayati, Business Operation Manager Sirclo menyampaikan potensi e-commerce di Indonesia. Ia memaparkan bahwa dukungan infrastruktur untuk bidang informasi teknologi di Tanah Air sudah bagus, hal ini didukung dengan pengeluaran pemerintah di bidang informasi, komunikasi dan teknologi yang mencapai 1 miliar dollar Amerika pada tahun 2020.
Dengan infrastruktur semacam itu, diprediksi pada tahun 2025 tingkat adopsi smartphone di Indonesia akan mencapai 90 persen, yang juga akan berdampak positif pada tingkat penetrasi internet. “Ini potensi pasar yang luar biasa bagi pemilik bisnis. Bayangkan saja jumlah penduduk Indonesia mencapai 250 juta dan 77 persen mengakses internet melalui handphone,” kata Trias.
Lebih lanjut menurutnya, uang yang dibelanjakan masyarakat untuk e-commerce kini juga semakin merata karena kemudahan akses internet hingga ke pelosok daerah.
Meski peluang pasar masih terbuka luas bagi pelaku UMKM, tidak bisa dipungkiri masih ada banyak tantangan bagi pelaku UMKM untuk masuk ke ranah digital. Antara lain, pelaku UMKM akan bersaing dengan pelapak online dan brand ternama yang telah lebih dulu merambah digital.
Selain perlu mengejar ketertinggalan, pelaku UMKM juga perlu menyiasati keterbatasan modal maupun operasional, belum lagi tantangan akses dan infrastruktur internet yang belum terlalu merata.
Sesi kedua mencoba menjawab tantangan tersebut. Fiki Satari, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), berbagi tips agar UMKM dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan tidak kalah saing dengan merek asing dengan memanfaatkan pemasaran digital. Fiki juga memaparkan cara efektif memasarkan dengan bujet minimal serta dukungan yang ditawarkan oleh Kemenkop UKM.
Menurut Ishak, SAPA hadir untuk memberi perhatian lebih bagi pelaku UMKM perempuan. “UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia, dan lebih dari 60 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan,” tambahnya.
Pada sesi pelatihan pertama, Trias Puspita Hayati, Business Operation Manager Sirclo menyampaikan potensi e-commerce di Indonesia. Ia memaparkan bahwa dukungan infrastruktur untuk bidang informasi teknologi di Tanah Air sudah bagus, hal ini didukung dengan pengeluaran pemerintah di bidang informasi, komunikasi dan teknologi yang mencapai 1 miliar dollar Amerika pada tahun 2020.
Dengan infrastruktur semacam itu, diprediksi pada tahun 2025 tingkat adopsi smartphone di Indonesia akan mencapai 90 persen, yang juga akan berdampak positif pada tingkat penetrasi internet. “Ini potensi pasar yang luar biasa bagi pemilik bisnis. Bayangkan saja jumlah penduduk Indonesia mencapai 250 juta dan 77 persen mengakses internet melalui handphone,” kata Trias.
Lebih lanjut menurutnya, uang yang dibelanjakan masyarakat untuk e-commerce kini juga semakin merata karena kemudahan akses internet hingga ke pelosok daerah.
Meski peluang pasar masih terbuka luas bagi pelaku UMKM, tidak bisa dipungkiri masih ada banyak tantangan bagi pelaku UMKM untuk masuk ke ranah digital. Antara lain, pelaku UMKM akan bersaing dengan pelapak online dan brand ternama yang telah lebih dulu merambah digital.
Selain perlu mengejar ketertinggalan, pelaku UMKM juga perlu menyiasati keterbatasan modal maupun operasional, belum lagi tantangan akses dan infrastruktur internet yang belum terlalu merata.
Sesi kedua mencoba menjawab tantangan tersebut. Fiki Satari, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), berbagi tips agar UMKM dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan tidak kalah saing dengan merek asing dengan memanfaatkan pemasaran digital. Fiki juga memaparkan cara efektif memasarkan dengan bujet minimal serta dukungan yang ditawarkan oleh Kemenkop UKM.
Lihat Juga :