Turis Asal Timor Leste Dominasi 52% Kunjungan Wisman ke Indonesia

Selasa, 02 Juni 2020 - 14:59 WIB
loading...
Turis Asal Timor Leste...
Wisatawan mancanegara (wisman) menikmati wisata pantai di Nusa Tenggara Barat. Foto/Dok Kemenparekraf
A A A
JAKARTA - Pandemi virus corona (Covid-19) memaksa warga dunia untuk menahan keinginan melancong alias berwisata. Ini terlihat dari merosotnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sejak Februari 2020 lalu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisman ke Tanah Air pada Februari 2020 sebanyak 864.000, lalu merosot menjadi 470.900 pada Maret, dan anjlok menjadi hanya 160.040 orang pada April.

Tak hanya jumlahnya yang menurun, jika dilihat komposisi asal kebangsaannya pun berubah. Sebelum pandemi, terutama sepanjang 2019, wisman asal China kerap mendominasi angka kunjungan wisman bulanan, beriringan dengan kunjungan wisman asal negeri jiran Malaysia yang juga kerap di posisi teratas.

Setelah pandemi, tepatnya pada Februari dan Maret 2020, Malaysia juga masih mendominasi kunjungan yaitu sebanyak 163.600 dan 113.800 wisman. Namun, pada April 2020 posisi Malaysia digeser oleh Timor Leste yang menyumbang angka kunjungan wisman sebanyak 83.500 wisman, sementara Malaysia di posisi kedua sebanyak 62.400 wisman.

"Dari total 160.040 wisman yang datang ke Indonesia pada April, 52%-nya dari Timor Leste dan 39% dari Malaysia," ungkap Kepala BPS Suhariyanto dalam pemaparannya secara daring, Selasa (2/6/2020). (Baca : Dampak Covid-19, Kunjungan Turis ke Indonesia Hanya 160.000 pada April )

Berdasarkan kebangsaan, kata dia, pada April 2020 wisman dari hampir semua kebangsaan mengalami penurunan signifikan, diantaranya wisman asal China yang turun 99,03% dibanding April 2019 (year-on-year/yoy) dengan jumlah 1.700 wisman. Bahkan, kunjungan wisman asal Timur Tengah seperti Yaman dan Kuwait turun 100% alias nol kunjungan.

Adapun kunjungan wisman asal Timor Leste pada April 2020 hanya turun 16,20 persen (yoy) dan turun 3,17% dibanding bulan sebelumnya. "Timor Leste penurunannya hanya sedikit karena kunjungan bisa dilakukan lewat darat," jelas Suhariyanto.

Sebagai catatan, untuk jalur udara dan laut, terjadi penurunan kedatangan wisman di hampir semua pintu masuk utama. Misalnya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, menurun hampir 100% (yoy), demikian juga di bandara Ngurah Rai, Denpasar dan Juanda, Surabaya.

"Hal yang sama terjadi pada pintu masuk pelabuhan laut, diantaranya di Batam terjadi penurunan tajam 99,27% dan Tanjung Balai Karimun menurun 99%," ungkapnya.

Lebih lanjut, Suhariyanto menyatakan bahwa pandemi Covid-19 berdampak sangat besar terhadap pariwisata dan ini patut diwaspadai karena akan berdampak ke sektor pendukungnya seperti tingkat hunian kamar hotel, transportasi, industri, ekonomi kreatif, perdagangan, dan lainnya.

Berdasarkan catatan BPS, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada April 2020 mencapai rata-rata 12,67% atau turun 41,23 poin dibandingkan dengan TPK April 2019 yang tercatat sebesar 53,90%. Selain itu, jika dibanding TPK Maret 2020, TPK hotel klasifikasi bintang pada April 2020 juga mengalami penurunan sebesar 19,57 poin.

"TPK bulan April ini bervariasi antar daerah. Ada daerah yang penurunannya sangat dalam, diantaranya di Sulawesi Barat yang tinggal 4,64%," tuturnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Ekspor April 2026 Melesat...
Ekspor April 2026 Melesat 21,98% Tembus Rp449.6 Triliun, Ini Penopangnya
Inflasi Indonesia Mei...
Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
BPS: Jumlah UMKM di...
BPS: Jumlah UMKM di Indonesia Capai 59 Juta Usaha Tahun 2023
Meruorah Labuan Bajo...
Meruorah Labuan Bajo Siap Naik Kelas Lewat Sinergi Baru
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Caketum HIPMI Reynaldo:...
Caketum HIPMI Reynaldo: Pariwisata Penggerak Ekonomi Nasional
Rekomendasi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Berita Terkini
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved